Terjangkit COVID-19, Singapura Tunda Eksekusi Pria Cacat Mental
Selasa, 09 November 2021 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob telah menghubungi mitranya dari Singapura Lee Hsien Loong dan meminta keringanan hukuman bagi Dharmalingam murni atas dasar kemanusiaan dalam sebuah surat.
Baca juga: Surat PM Malaysia Tak Digubris, Singapura Tetap Akan Gantung Pria Penderita Cacat Mental
Baru-baru ini akhir pekan lalu, Delegasi Uni Eropa untuk Singapura, bersama perwakilan diplomatik Norwegia dan Swiss di negara itu, meminta eksekusi dihentikan.
Miliarder Inggris Richard Branson juga meminta presiden Singapura untuk tidak melanjutkan hukuman mati.
"Hampir selalu orang-orang yang paling rentan, orang-orang yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan, imigran yang membutuhkan uang, yang terikat dalam skema kriminal, tidak dapat membela diri ketika ditangkap dan menghadapi pengadilan," kata Branson dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.
“Tidak mungkin untuk tidak melihat sejauh mana ketidaksetaraan, kemiskinan, dan hukuman mati terkait,” tambahnya.
Baca juga: Surat PM Malaysia Tak Digubris, Singapura Tetap Akan Gantung Pria Penderita Cacat Mental
Baru-baru ini akhir pekan lalu, Delegasi Uni Eropa untuk Singapura, bersama perwakilan diplomatik Norwegia dan Swiss di negara itu, meminta eksekusi dihentikan.
Miliarder Inggris Richard Branson juga meminta presiden Singapura untuk tidak melanjutkan hukuman mati.
"Hampir selalu orang-orang yang paling rentan, orang-orang yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan, imigran yang membutuhkan uang, yang terikat dalam skema kriminal, tidak dapat membela diri ketika ditangkap dan menghadapi pengadilan," kata Branson dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.
“Tidak mungkin untuk tidak melihat sejauh mana ketidaksetaraan, kemiskinan, dan hukuman mati terkait,” tambahnya.
(ian)
Lihat Juga :