Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Bisnis Kremasi di Rusia Alami Peningkatan Investasi

Minggu, 07 November 2021 - 13:00 WIB
loading...
Kematian Akibat Covid-19...
Krematorium di Rusia. FOTO/twoeggz
A A A
MOSKOW - Sejumlah investor Rusia tertarik pada bisnis krematorium. Penyebabnya, tingkat kematian yang tinggi akibat virus Corona yang melanda Rusia. Tingkat kematian ini bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketika jumlah korban tewas terus meningkat, warga Rusia semakin memilih untuk mengkremasi orang yang mereka cintai daripada mengubur mereka. “Minat untuk membangun krematorium telah meningkat secara signifikan selama beberapa bulan terakhir,” kata Pavel Kodysh, presiden Uni Organisasi Pemakaman dan Krematorium Rusia kepada The Moscow Times, Sabtu (6/11/2021).

Baca: COVID-19 Menggila di Rusia, Putin Diminta Liburkan Pekerja Selama Seminggu

Menurut perkiraan asosiasi, saat ini hanya ada 30 krematorium di Rusia. Beberapa dikelola negara, sementara yang lain dimiliki secara pribadi. “Permintaan kremasi terutama didorong oleh masalah biaya,” ujar Ilya Boltunov, kepala Rumah Duka Cranes.

Menurutnya, selain berurusan dengan kesedihan karena kehilangan orang yang dicintai, banyak orang Rusia terpaksa membayar biaya tersembunyi selama proses penguburan jenazah di pemakaman tertentu. Ia menghubungkan biaya ini dengan korupsi yang merajalela di sektor pemakaman.

“Bisnis pemakaman adalah salah satu industri yang paling dimonopoli dan korup di Rusia,” kata Boltunov. “Kremasi jenazah adalah model bisnis yang lebih transparan dibandingkan dengan [membayar] suap besar-besaran kepada organisasi yang memiliki monopoli atas pemakaman,” lanjutnya.

Baca: Protes Kewajiban Vaksinasi Covid-19, Sopir dan Kru Ambulans di Rusia Mogok Kerja
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Gelombang Panas Nyaris...
Gelombang Panas Nyaris 40 Deajat Celsius, Jalanan Kota New York Meleleh
Rekomendasi
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Berita Terkini
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Infografis
Inggris: Rusia Alami...
Inggris: Rusia Alami Kekalahan Terburuk Beberapa Bulan Terakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved