Rusia Kerahkan 90.000 Tentara di Dekat Ukraina, Bos CIA Dilaporkan Sambangi Moskow
Sabtu, 06 November 2021 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Salah seorang menyampaikan keyakinan Amerika bahwa Rusia bersiap untuk invasi, sementara yang lain menyakini yang dilakukan Moskow hanya latihan militer atau hanya sekadar mencoba mengintimidasi Ukraina.
Moskow telah menolak saran apa pun bahwa operasi militernya dimaksudkan untuk dianggap sebagai ancaman. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya menyatakan bahwa Rusia tidak mengancam. "Dan tidak menimbulkan bahaya bagi siapa pun," katanya.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut laporan media Barat tentang penempatan pasukan Moskow tidak sesuai dengan kenyataan.
Mempertimbangkan laporan media tentang dugaan penambahan pasukan, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina Serhiy Shaptala baru-baru ini mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada lonjakan sebenarnya dalam jumlah tentara Rusia.
"Untuk mengatakan bahwa ada peningkatan upaya di perbatasan kita, ini tidak terjadi," kata Shaptala di udara selama acara Freedom of Speech.
“Ketika kami menerima informasi dari media, kami bertanya kepada intelijen kami, ini bukan satu badan intelijen, tetapi beberapa. Setelah data diberikan, kami kembali menilai situasi...dan tidak ada peningkatan upaya di perbatasan negara dengan Ukraina," ujarnya.
Moskow telah menolak saran apa pun bahwa operasi militernya dimaksudkan untuk dianggap sebagai ancaman. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya menyatakan bahwa Rusia tidak mengancam. "Dan tidak menimbulkan bahaya bagi siapa pun," katanya.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut laporan media Barat tentang penempatan pasukan Moskow tidak sesuai dengan kenyataan.
Mempertimbangkan laporan media tentang dugaan penambahan pasukan, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina Serhiy Shaptala baru-baru ini mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada lonjakan sebenarnya dalam jumlah tentara Rusia.
"Untuk mengatakan bahwa ada peningkatan upaya di perbatasan kita, ini tidak terjadi," kata Shaptala di udara selama acara Freedom of Speech.
“Ketika kami menerima informasi dari media, kami bertanya kepada intelijen kami, ini bukan satu badan intelijen, tetapi beberapa. Setelah data diberikan, kami kembali menilai situasi...dan tidak ada peningkatan upaya di perbatasan negara dengan Ukraina," ujarnya.
Lihat Juga :