Penjelasan Kapal Selam Nuklir AS Canggih tapi Tabrak Gunung Bawah Laut

Kamis, 04 November 2021 - 14:12 WIB
loading...
A A A
Laut China Selatan adalah lingkungan operasi yang menantang bagi kapal selam karena sangat dangkal, membatasi kedalaman di mana kapal selam dapat beroperasi dengan aman dengan risiko rendah terdeteksi atau menabrak sesuatu.

"Untuk membuat segalanya lebih sulit bagi kapal selam, peta tempat seperti Laut China Selatan mungkin tidak sedetail yang Anda inginkan," kata Clark.

Jika kapal selam mencoba untuk diam dan beroperasi tanpa terdeteksi, maka kemungkinan akan lebih dekat ke dasar dan tidak mengandalkan sonar aktif, yang dapat memperingatkan kapal selam untuk setiap potensi bahaya, seperti ranjau laut di jalurnya, tetapi juga akan waspada terhadap setiap musuh potensial untuk posisinya.

"Jadi dalam situasi itu, Anda tidak memiliki apa pun yang menanti Anda dalam hal sonar aktif," kata Clark.

"Dan, tentu saja, Anda tidak memiliki indikasi visual tentang apa yang ada di depan Anda."

Kapal selam memiliki sonar pasif, tetapi hanya mendeteksi hal-hal yang mengeluarkan suara.

"Jika Anda memiliki sesuatu di depan Anda yang tidak mengeluarkan suara apa pun, seperti gunung bawah laut, Anda mungkin tidak tahu itu ada di sana sampai Anda menabraknya," jelas Clark.

"Anda mungkin memiliki fathometer Anda, yang dapat Anda gunakan untuk mengukur kedalaman air di bawah kapal. Itu memiliki sinar yang cukup sempit, sehingga tidak dapat dideteksi," katanya.

"Tapi masalahnya hanya mendeteksi kedalaman di bawah kapal dan tidak di depan kapal."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
China Geram Dituduh...
China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump
Rekomendasi
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved