Militer Iran Gagalkan Upaya AS Merebut Kapal Tanker di Laut Oman

Rabu, 03 November 2021 - 22:00 WIB
loading...
Militer Iran Gagalkan Upaya AS Merebut Kapal Tanker di Laut Oman
Kapal tanker Iran. FOTO/Sputnik
A A A
TEHERAN - Iran telah mengkonfirmasi bahwa Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) telah menggagalkan upaya pasukan Amerika Serikat (AS) untuk mencegat sebuah kapal tanker minyak di Laut Oman. Saat ini, kapal tanker tersebut telah kembali ke perairan Iran.

Pemerintah Iran menyatakan, IRGC telah menguasai kapal tanker tersebut dalam operasi militer yang menggunakan helikopter. Iran menuding, AS berupaya menyita kapal tanker itu dan memindahkan minyak yang dibawanya ke kapal lain untuk kemudian dibawa ke tempat yang tidak diketahui.

Baca: AS Konfirmasi Penyitaan Empat Kapal Tanker Iran

Sebelumnya, Press TV, stasiun televisi milik negara Iran mengatakan, IRGC telah berhasil mengejar pasukan Amerika di Laut Oman. “IRGC telah menggagalkan upaya AS untuk mengambil alih komando sebuah kapal tanker minyak raksasa dan memindahkannya kembali ke perairan Iran,” sebut laporan Press TV, Rabu (3/11/2021).

Sementara Kantor Berita Mehr melaporkan, kapal cepat tanggap cepat Iran telah “membanjiri” pasukan Amerika, dan rekaman itu akan segera diterbitkan. Dilaporkan pula bahwa AS telah mencoba untuk memblokir pergerakan kapal tanker dengan menempatkan kapal perang di jalur kapal tanker.

Baca: Kapal Tanker Iran Bongkar Muatan Minyak untuk Lebanon di Suriah

AS melarang ekspor minyak Iran sebagai bagian dari serangkaian sanksi yang melumpuhkan yang dikenakan pada Teheran, menyusul keputusan sepihak mantan presiden Donald Trump untuk meninggalkan pakta nuklir 2015, yang membatasi ambisi atom Iran. AS juga mengancam akan memberikan sanksi kepada negara mana pun yang membeli minyak Iran.

Iran telah berjanji untuk terus mengekspor minyak – sumber pendapatan penting bagi pemerintah – meskipun ada sanksi. Dalam beberapa kesempatan, AS berhasil mencegat dan menyita kapal-kapal pengangkut minyak Iran.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1355 seconds (10.177#12.26)