Iran: Pembicaraan Nuklir Akan Gagal, Kecuali Biden Memberikan Jaminan
Rabu, 03 November 2021 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Belakangan, pembicaraan ditunda setelah pemilihan presiden Iran pada Juni yang membawa tokoh garis keras anti-Barat Ebrahim Raisi ke tampuk kekuasaan. Ketidaksepakatan utama di Wina adalah mengenai persyaratan Iran bagi AS untuk memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan mengingkari perjanjian nuklir di masa depan.
Baca: November, Iran dan Kekuatan Dunia Lanjutkan Negosiasi Perjanjian Nuklir
AS dan kekuatan Eropa telah mendesak Iran untuk kembali ke negosiasi. Mereka memperingatkan bahwa waktu hampir habis, karena program pengayaan uranium Republik Islam telah maju jauh melampaui batas yang ditetapkan oleh pakta nuklir.
Sebagai reaksi terhadap penerapan kembali sanksi Trump, Teheran melanggar kesepakatan dengan membangun kembali persediaan uranium yang diperkaya, menyempurnakannya menjadi kemurnian fisil yang lebih tinggi dan memasang sentrifugal canggih untuk mempercepat produksi.
Iran sendiri tetap teguh menyatakan kalau program nuklir mereka bertujuan damai. “Produksi logam uranium dan uranium yang diperkaya, sebagaimana telah ditegaskan di masa lalu, dilakukan untuk tujuan damai dan untuk keperluan sipil. Termasuk untuk pasokan medis dan untuk digunakan sebagai bahan bakar di reaktor penelitian Teheran,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.
Baca: November, Iran dan Kekuatan Dunia Lanjutkan Negosiasi Perjanjian Nuklir
AS dan kekuatan Eropa telah mendesak Iran untuk kembali ke negosiasi. Mereka memperingatkan bahwa waktu hampir habis, karena program pengayaan uranium Republik Islam telah maju jauh melampaui batas yang ditetapkan oleh pakta nuklir.
Sebagai reaksi terhadap penerapan kembali sanksi Trump, Teheran melanggar kesepakatan dengan membangun kembali persediaan uranium yang diperkaya, menyempurnakannya menjadi kemurnian fisil yang lebih tinggi dan memasang sentrifugal canggih untuk mempercepat produksi.
Iran sendiri tetap teguh menyatakan kalau program nuklir mereka bertujuan damai. “Produksi logam uranium dan uranium yang diperkaya, sebagaimana telah ditegaskan di masa lalu, dilakukan untuk tujuan damai dan untuk keperluan sipil. Termasuk untuk pasokan medis dan untuk digunakan sebagai bahan bakar di reaktor penelitian Teheran,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.
(esn)
Lihat Juga :