Sebut Eropa Akan Terkena Dampak Krisis di Afghanistan, Taliban: Berikan Uang Kami!

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 06:54 WIB
loading...
A A A
Seorang pejabat tinggi bank sentral meminta negara-negara Eropa, termasuk Jerman untuk melepaskan bagian dari cadangan dana mereka untuk menghindari keruntuhan ekonomi yang dapat memicu migrasi massal ke Eropa.

Baca: Coba Ubah Citra, Putra Pendiri Taliban Muncul di Televisi untuk Kali Pertama

"Situasinya putus asa dan jumlah uang tunai berkurang," ungkap Shah Mehrabi, anggota dewan Bank Sentral Afghanistan. “Tak ada cukup (dana) sekarang untuk menjaga Afghanistan sampai akhir tahun. Eropa akan terkena dampak paling parah, jika Afghanistan tidak mendapatkan akses ke uang ini," lanjut Mehrabi.

“Anda akan mendapat pukulan ganda karena rakyat Afghanistan tidak dapat menemukan roti dan tidak mampu membelinya. Orang akan putus asa. Mereka akan pergi ke Eropa,” tambahnya. Mehrabi berharap, meski AS mengaku tidak akan melepaskan dana USD9 miliar milik Afghanistan, ia tetap berharap negara-negara Eropa akan melepaskan dana milik Afghanistan tersebut.

Mehrabi menjelaskan, Jerman memegang lebih dari USD500 juta dolar uang Afghanistan, dengan rincian sekitar USD431 juta di bank sentral dengan pemberi pinjaman Jerman Commerzbank, dan sekitar USD94 juta di bank sentral Jerman, Bundesbank. Sementara Bank for International Settlements, sebuah grup payung untuk bank sentral global di Swiss, memegang sekitar menyimpan USD660 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
PBB Sebut Bencana Krisis...
PBB Sebut Bencana Krisis Air Hebat Sudah di Depan Mata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved