PBB: Puluhan Ribu Tewas dalam Perang Narkoba di Filipina
Kamis, 04 Juni 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu mengatakan beberapa pernyataan dari pejabat tingkat tertinggi pemerintahan telah naik ke tingkat hasutan untuk melakukan kekerasan dan fitnah perbedaan pendapat semakin dilembagakan.
"Situasi hak asasi manusia di Filipina ditandai oleh fokus menyeluruh pada ketertiban umum dan keamanan nasional, termasuk melawan terorisme dan obat-obatan terlarang," bunyi laporan tersebut.
Tapi ini sering dengan mengorbankan hak asasi manusia, hak proses hukum, aturan hukum dan akuntabilitas.
"Pemerintah juga semakin mengajukan tuntutan pidana, termasuk dengan menggunakan undang-undang kekuatan khusus Covid-19, terhadap pengguna media sosial yang memposting konten yang kritis terhadap kebijakan dan tindakan pemerintah," tambah laporan itu.
PBB mengatakan sebagian besar korban dalam perang narkoba adalah laki-laki muda miskin perkotaan. Kerabat mereka menggambarkan banyak kendala dalam mendokumentasikan kasus dan mengejar keadilan.
"Angka paling konservatif, berdasarkan data pemerintah, menunjukkan bahwa sejak Juli 2016, 8.663 orang telah tewas, dengan perkiraan lain hingga tiga kali lipat dari jumlah itu," katanya.
"Situasi hak asasi manusia di Filipina ditandai oleh fokus menyeluruh pada ketertiban umum dan keamanan nasional, termasuk melawan terorisme dan obat-obatan terlarang," bunyi laporan tersebut.
Tapi ini sering dengan mengorbankan hak asasi manusia, hak proses hukum, aturan hukum dan akuntabilitas.
"Pemerintah juga semakin mengajukan tuntutan pidana, termasuk dengan menggunakan undang-undang kekuatan khusus Covid-19, terhadap pengguna media sosial yang memposting konten yang kritis terhadap kebijakan dan tindakan pemerintah," tambah laporan itu.
PBB mengatakan sebagian besar korban dalam perang narkoba adalah laki-laki muda miskin perkotaan. Kerabat mereka menggambarkan banyak kendala dalam mendokumentasikan kasus dan mengejar keadilan.
"Angka paling konservatif, berdasarkan data pemerintah, menunjukkan bahwa sejak Juli 2016, 8.663 orang telah tewas, dengan perkiraan lain hingga tiga kali lipat dari jumlah itu," katanya.
Lihat Juga :