Demonstran Cantik Telanjang di Gerbang Rumah PM Inggris demi Selamatkan Bumi

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 00:49 WIB
loading...
Demonstran Cantik Telanjang...
Laura Amherst, demonstran yang beraksi telanjang di gerbang rumah PM Inggris Boris Johnson untuk mendesak pemerintah mengambil langkah nyata mengatasi krisis iklim. Foto/Jam Press/@lauraamherstxr
A A A
LONDON - Demonstran cantik di Inggris beraksi tanpa busana di gerbang rumah Perdana Menteri (PM) Boris Johnson dalam misi menyelamatkan Bumi. Pemrotes Extinction Rebellion ini menuntut pemerintah mengakui "kebenaran telanjang" tentang perubahan iklim.

Laura Amherst (31) sebelumnya telah turun ke jalan-jalan London bertelanjang dada untuk menyebarkan pesan tentang bencana iklim yang akan segera dihadapi dunia.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi Baru yang Menampar Program Drone Iran

Pada hari Kamis (28/10/2021), wanita asal Brighton ini pergi ke gerbang rumah PM Johnson hanya mengenakan kaus kaki bergaris pelangi dan beberapa sepatu olahraga.

Laura menuntut agar pemerintah menetapkan target untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2025—sesuatu yang akan membutuhkan perombakan total masyarakat secara radikal.

Dalam sebuah video protes dia terlihat mendekati penjaga keamanan, memberi tahu mereka apa yang dia lakukan tidak melanggar hukum. Dia mengatakan aksinya sebagai usaha untuk menyelamatkan planet ini.

"Mereka mencoba mengancam saya dengan memberi tahu saya bahwa saya melanggar hukum dan menyakiti anak-anak," katanya.

"Itu membuat saya sangat marah," katanya lagi, seperti dikutip The Mirror.
Demonstran Cantik Telanjang di Gerbang Rumah PM Inggris demi Selamatkan Bumi

Foto/Jam Press/Rebecca zephyr Thomas

Dalam sebuah posting di Instagram, Laura mengatakan dia tidak dapat membagikan gambar di media sosial karena dia khawatir akan dihapus karena melanggar pedoman. Namun, dia merasa harus mengambil sikap lain.

"Langkah-langkah drastis dilakukan di masa perang dan di masa COVID—namun tidak menghentikan kepunahan?"

"Pesan-pesannya tidak tenggelam karena ini adalah darurat," tulis dia.

"Apa yang dibutuhkan orang untuk bangun, dan melakukan apa yang perlu dilakukan?"

Laura sebelumnya menjadi berita utama di Inggris setelah membuat akun OnlyFans untuk mengumpulkan uang untuk Extinction Rebellion, Greenpeace, dan badan amal satwa.

Dia baru-baru ini melakukan mogok makan untuk mencoba mendapatkan tanggapan atas tuntutannya dari PM Boris Johnson.

Extinction Rebellion telah menggelar protes yang menarik perhatian selama beberapa tahun untuk membuat tuntutan mereka didengar.

Baca juga: Ekonomi Sengsara, Rakyat Kim Jong-un Disuruh Makan Angsa Hitam

Selain pengurangan emisi karbon secara besar-besaran, mereka ingin pemerintah berkomitmen untuk meluncurkan majelis rakyat sehingga berbagai suara terdengar ketika keputusan penting dibuat untuk negara.

"Kami menghadapi keadaan darurat global yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata juru bicara kelompok itu.

"Kehidupan di Bumi sedang dalam krisis: para ilmuwan setuju bahwa kita telah memasuki periode kerusakan iklim yang tiba-tiba, dan kita berada di tengah-tengah kepunahan massal yang kita buat sendiri," lanjut dia.

Pemerintah Inggris telah berjanji untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050, yang berarti jumlah emisi gas rumah kaca yang dipancarkan ke atmosfer tidak lebih dari yang diserap melalui berbagai metode.

Negara ini memiliki jalan yang sangat panjang sebelum mencapai target itu, dengan pengorbanan pribadi yang besar hampir pasti diperlukan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved