Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total

Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:23 WIB
loading...
Israel Perlu Persiapan...
Pesawat ini pernah digunakan Israel untuk menjatuhkan bom ke reaktor nuklir Iran. Foto/wikimedia
A A A
TEL AVIV - Ketika desas-desus terus muncul di media Israel tentang dampak dari penambahan anggaran baru untuk mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, surat kabar Israel mengungkap data baru.

Menurut The Times of Israel, dibutuhkan lebih dari satu tahun untuk sepenuhnya menyusun rencana serangan semacam itu.

The Times of Israel melaporkan pada Senin (25/10/2021) bahwa mereka "telah mengetahui" beberapa aspek dari rencana tersebut saat ini dalam tahap "draf" dan mungkin siap dimulai pada awal 2022.

Baca juga: Parah! Semua Pekerja Wanita Asal Thailand Alami Pelecehan Seksual di Israel

Sementara bagian operasi yang lebih kompleks dapat memakan waktu lebih dari satu tahun untuk menjadi "sepenuhnya dapat ditindaklanjuti."

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Udara di Suriah Selatan, Targetkan Hizbullah

“Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus mengatasi beberapa aspek kunci dari operasi semacam itu, termasuk mencapai fasilitas Iran yang terkubur jauh di bawah tanah, bertahan dari jaringan pertahanan udara canggih Iran, dan bersiap menghadapi pembalasan Iran terhadap Israel dan sekutunya di seluruh kawasan,” ungkap laporan Times of Israel.

Baca juga: Liar! Legenda NBA Ini Disebut Pernah Tiduri 20.000 Wanita, Hobi Main Threesome

Serangan udara reguler terhadap target Suriah, yang sering diklaim Israel sebagai Iran, juga membantu Angkatan Udara Israel (IAF) mempersiapkan operasi melawan Iran secara langsung.

Melalui serangan rahasia dan ilegal itu, pilot Israel menjadi terbiasa dengan beberapa radar canggih, sistem rudal, dan pusat komando yang mungkin mereka hadapi di Iran.

“Mengingat peningkatan kemampuan pertahanan Suriah dan Iran yang baru ini, IAF dalam beberapa bulan terakhir telah memperbarui metodenya, menggunakan formasi yang lebih besar dengan lebih banyak pesawat melakukan serangan pada lebih banyak target pada satu waktu, daripada melakukan lebih banyak serangan menggunakan formasi yang lebih kecil,” tulis Times of Israel.

Seperti dilaporkan Sputnik, beberapa dari taktik tersebut termasuk meluncurkan serangan udara saat pesawat sipil, atau bahkan pesawat tempur Rusia, seperti dalam satu serangan 2018, berada di wilayah udara terdekat.

Israel juga berlatih menghalangi sistem pertahanan udara Suriah untuk menembak karena takut mengenai orang-orang yang berada di sekitarnya. Israel telah membantah menggunakan taktik seperti itu.

Laporan Times of Israel tampaknya bertentangan dengan laporan pada Jumat oleh Channel 12 News Israel, yang mengklaim Kepala Staf IDF Aviv Kochavi telah mengarahkan IAF untuk berlatih "secara intensif" untuk serangan terhadap fasilitas yang menjadi pusat program nuklir Iran.

Pekan lalu, Yerusalem menyetujui tambahan USD1,5 miliar untuk anggaran tahun depan demi membiayai persiapan serangan ke Iran.

Langkah itu dilakukan di tengah ketidakpastian tentang prospek keberhasilan dalam putaran pembicaraan nuklir di Wina yang bertujuan memulihkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015. Israel selalu menentang kesepakatan nuklir itu.

Terlepas dari pesimisme Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama menyatakan keinginan untuk kembali ke Wina dan mencapai kesepakatan yang langgeng.

Putaran ketujuh diperkirakan akan dimulai pekan depan, yang pertama sejak Presiden Iran Ebrahim Raisi dilantik pada Agustus.

Pemerintahan Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018 berdasarkan klaim yang tidak berdasar bahwa Iran diam-diam melanggarnya.

JCPOA secara tajam membatasi kualitas dan kuantitas uranium yang dapat diperkaya Iran, mengizinkan sejumlah kecil uranium untuk beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir dan penelitian medis.

Namun, setelah langkah AS, yang mengembalikan sanksi ekonomi yang merusak dan memperburuk pandemi COVID-19 di Iran, Teheran mulai mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan itu.

Pada Senin, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran telah mulai memperluas pengayaan uraniumnya di pabrik pengayaan bahan bakar Natanz di luar batas yang ditetapkan sendiri sebesar 20%.

Meski demikian, IAEA mencatat Iran tidak benar-benar menyimpan uranium pengayaan yang lebih tinggi.

Membuat bom nuklir membutuhkan kemurnian uranium lebih dari 90%. Teheran bersumpah tidak menginginkan senjata nuklir dan menyangkal tuduhan Iran akan membuatnya.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan, "pendekatan AS saat ini untuk mengembalikan program nuklir Iran ke dalam kotak" adalah sesuatu yang dia "terima", mengacu pada pembicaraan Wina.

Dia mengharapkan Washington memiliki " Rencana B” jika mereka gagal. Dia secara tidak langsung menyebut serangan sepihak oleh Israel sebagai “Rencana C.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved