Rusia Tak Bisa Cegah Ukraina Gabung NATO, Tapi Dapat Minimalisir Konsekuensinya
Selasa, 26 Oktober 2021 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada hal buruk yang akan terjadi, jika dengan latar belakang kejengkelan agresivitas, dengan latar belakang deklarasi seperti itu, bahwa tugas utama adalah menahan kita mengabaikan hubungan ini," papar Peskov.
Ia menambahkan, ada pemahaman bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden harus bertemu di masa mendatang.
Baca: Menlu Rusia: NATO Kubur Ide Konsultasi dengan Moskow
“Setelah presiden membuat keputusan, kami akan memberi tahu Anda. Sejauh ini, jangan sampai kita mendahului. Ada pemahaman bahwa kontak tingkat tinggi berikutnya harus dilakukan di masa mendatang. Oleh karena itu, sekarang akan dilaksanakan," jelas Peskov.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov sebelumnya mengumumkan bahwa Moskow akan menangguhkan pekerjaan misi permanennya untuk aliansi mulai 1 November. Tindakan ini merupakan tanggapan terhadap pengurangan jumlah karyawan Misi Permanen Rusia ke blok tersebut.
Ia menambahkan, ada pemahaman bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden harus bertemu di masa mendatang.
Baca: Menlu Rusia: NATO Kubur Ide Konsultasi dengan Moskow
“Setelah presiden membuat keputusan, kami akan memberi tahu Anda. Sejauh ini, jangan sampai kita mendahului. Ada pemahaman bahwa kontak tingkat tinggi berikutnya harus dilakukan di masa mendatang. Oleh karena itu, sekarang akan dilaksanakan," jelas Peskov.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov sebelumnya mengumumkan bahwa Moskow akan menangguhkan pekerjaan misi permanennya untuk aliansi mulai 1 November. Tindakan ini merupakan tanggapan terhadap pengurangan jumlah karyawan Misi Permanen Rusia ke blok tersebut.
(esn)
Lihat Juga :