AS Tak Setuju Israel Nyatakan 6 LSM Palestina sebagai Organisasi Teroris

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:31 WIB
loading...
AS Tak Setuju Israel...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Kementerian Kehakiman dan Pertahanan Israel menyatakan bahwa beberapa LSM Palestina terkemuka adalah bagian dari organisasi teroris Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

Kementerian itu mengklasifikasikan Addameer, Al Haq, Bisan Center, Defense for Children International – Palestine (DCI-P), Union of Agricultural Work Committees (UAWC) dan Union of Palestine Women's Committees (UPWC), sebagai cabang dari PFLP.

Baca: Israel Masukkan 6 Kelompok HAM Palestina sebagai Organisasi Teroris

Namun, Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu abadi Israel ternyata tak setuju dengan langkah yang diambil Israel itu. Departemen Luar Negeri AS mengkritik dalam peringatan paling eksplisit dari pemerintahan Biden sejak pemerintah baru Israel dibentuk pada bulan Juni.

“Kami percaya penghormatan terhadap hak asasi manusia, kebebasan fundamental, dan masyarakat sipil yang kuat sangat penting untuk pemerintahan yang bertanggung jawab dan responsif,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Minggu (24/10/2021).

Baca: Israel Cap 6 Kelompok HAM Palestina Organisasi Teroris Picu Kekhawatiran PBB

“AS akan menghubungi mitra Israel kami untuk informasi lebih lanjut mengenai dasar penunjukan ini,” lanjutnya. Price juga mencatat bahwa pemerintah Israel tidak memberikan peringatan sebelumnya kepada AS bahwa organisasi tersebut akan dimasukkan dalam daftar hitam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved