Erdogan Usir 10 Dubes Barat, UE: Tanda Otoriter di Turki!
Minggu, 24 Oktober 2021 - 04:14 WIB
loading...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan menteri luar negerinya menyatakan 10 dubes Barat di Turki sebagai persona non grata, yang artinya harus diusir.. Foto/REUTERS
A
A
A
ANKARA - Uni Eropa mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang memerintahkan pengusiran 10 duta besar (Dubes) Barat. Para diplomat itu segera diusir setelah menuntut pembebasan aktivis dan dermawan Osman Kavala.
Presiden Parlemen Eropa David Sassoli pada hari Sabtu (23/10/2021) mengatakan pengusiran Dubes Amerika Serikat (AS) dan sembilan negara Barat lainnya oleh Turki adalah tanda "pergeseran otoriter."
“Pengusiran sepuluh duta besar adalah tanda pergeseran otoriter pemerintah Turki. Kami tidak akan terintimidasi," tulis Sassoli di Twitter, seperti dilansir Al Arabiya, Minggu (24/10/2021).
Baca juga: Edogan Perintahkan Usir 10 Diplomat Barat Termasuk AS
Presiden Uni Eropa juga memperbarui seruan untuk membebaskan Kavala dari penjara.
Sebelumnya, Erdogan menginstruksikan kementerian luar negeri untuk mengusir duta besar AS, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Selandia Baru.
Erdogan marah atas pernyataan 10 negara yang menyerukan “pembebasan mendesak” Kavala.
Presiden Parlemen Eropa David Sassoli pada hari Sabtu (23/10/2021) mengatakan pengusiran Dubes Amerika Serikat (AS) dan sembilan negara Barat lainnya oleh Turki adalah tanda "pergeseran otoriter."
“Pengusiran sepuluh duta besar adalah tanda pergeseran otoriter pemerintah Turki. Kami tidak akan terintimidasi," tulis Sassoli di Twitter, seperti dilansir Al Arabiya, Minggu (24/10/2021).
Baca juga: Edogan Perintahkan Usir 10 Diplomat Barat Termasuk AS
Presiden Uni Eropa juga memperbarui seruan untuk membebaskan Kavala dari penjara.
Sebelumnya, Erdogan menginstruksikan kementerian luar negeri untuk mengusir duta besar AS, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Selandia Baru.
Erdogan marah atas pernyataan 10 negara yang menyerukan “pembebasan mendesak” Kavala.
Lihat Juga :