Pabrik Mesiu Rusia Meledak, 17 Tewas
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
Gambar dari bencana menunjukkan puing-puing yang tersebar dan hangus saat asap mengepul di atas bangunan yang hancur.
"Mayat korban ke-17 dikeluarkan dari bawah reruntuhan bengkel. Operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi ledakan telah selesai, tidak ada lagi orang di bawah reruntuhan," bunyi laporan TASS mengutip layanan darurat.
Gubernur Regional Nikolay Lubimov menyatakan 25 Oktober sebagai hari berkabung di wilayah Ryazan, yang terletak di sebelah tenggara Moskow, bagi mereka yang tewas dalam ledakan itu dan bersikeras lebih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka yang bekerja di industri berbahaya.
Baca juga: Afsel Tolak Vaksin Sputnik V Buatan Rusia, Ahli Virus Heran
"Ini adalah kasus yang mengerikan, dan segala kemungkinan harus dilakukan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Baik di industri berbahaya maupun di industri yang kelas bahayanya lebih rendah, tetapi dapat menimbulkan ancaman bagi kehidupan dan kesehatan manusia," ujarnya.
Lubimov mengatakan dia akan merekomendasikan agar pihak berwenang melakukan inspeksi tak terjadwal di fasilitas tersebut.
"Mayat korban ke-17 dikeluarkan dari bawah reruntuhan bengkel. Operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi ledakan telah selesai, tidak ada lagi orang di bawah reruntuhan," bunyi laporan TASS mengutip layanan darurat.
Gubernur Regional Nikolay Lubimov menyatakan 25 Oktober sebagai hari berkabung di wilayah Ryazan, yang terletak di sebelah tenggara Moskow, bagi mereka yang tewas dalam ledakan itu dan bersikeras lebih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka yang bekerja di industri berbahaya.
Baca juga: Afsel Tolak Vaksin Sputnik V Buatan Rusia, Ahli Virus Heran
"Ini adalah kasus yang mengerikan, dan segala kemungkinan harus dilakukan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Baik di industri berbahaya maupun di industri yang kelas bahayanya lebih rendah, tetapi dapat menimbulkan ancaman bagi kehidupan dan kesehatan manusia," ujarnya.
Lubimov mengatakan dia akan merekomendasikan agar pihak berwenang melakukan inspeksi tak terjadwal di fasilitas tersebut.
Lihat Juga :