Hapus Jejak Kolonial, Barbados Pilih Presiden Pertama

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 08:47 WIB
loading...
Hapus Jejak Kolonial,...
Dame Sandra Mason terpilih sebagai presiden Barbados. Foto/Sky News
A A A
BRIDGETOWN - Barbados telah memilih presiden pertamanya saat mengambil langkah pertama untuk menjadi negara republik. Tahun lalu, negara Karibia itu telah mencopot Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara dan menghapus masa lalu kolonialnya.

Dame Sandra Mason (72) terpilih sebagai presiden pertama Barbados pada Rabu lalu dengan dukungan dua pertiga suara dari sesi gabungan Dewan Majelis dan Senat negara itu.

Negara berpenduduk 300 ribu itu memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1966, meskipun Ratu Elizabeth tetap menjadi raja konstitusionalnya.

Dame Sandra akan dilantik pada 30 November mendatang atau bertepatan dengan peringatan 55 tahun kemerdekaan negara itu dari Inggris.

Mantan ahli hukum itu telah menjadi gubernur jenderal pulau tersebut sejak 2018, dan juga wanita pertama yang bertugas di Pengadilan Banding Barbados.

Baca juga: Barbados Copot Ratu Elizabeth II sebagai Kepala Negara

Perdana Menteri Barbados Mia Mottley mengatakan pemilihan presiden adalah momen penting dalam perjalanan negara itu.

"Kami baru saja memilih dari antara kami seorang wanita yang unik dan penuh semangat Barbados, tidak berpura-pura menjadi apa pun (dan) mencerminkan nilai-nilai siapa kami," ujarnya seperti dikutip dari Sky News, Jumat (22/10/2021).

Mottley juga mengatakan keputusan negara itu untuk menjadi republik bukanlah penghukuman kepada Inggris terhadap masa lalu.

"Kami berharap dapat melanjutkan hubungan dengan Ratu Inggris," katanya.

Menurut Wazim Mowla dari wadah lembaga think tank Dewan Atlantik pemilihan itu dapat menguntungkan Barbados baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga: AS dan Eropa Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara

Dia mengatakan langkah itu membuat negara kecil berkembang itu menjadi pemain yang lebih sah dalam politik global, tetapi juga bisa berfungsi sebagai langkah pemersatu dan nasionalis yang dapat menguntungkan kepemimpinannya saat ini di dalam negeri.

"Para pemimpin Karibia lainnya dan warga negara mereka kemungkinan akan memuji langkah tersebut, tetapi saya tidak mengharapkan orang lain untuk mengikutinya," ujarnya.

"Langkah ini akan selalu dipertimbangkan hanya jika itu demi kepentingan terbaik masing-masing negara," tegasnya.

Barbados mengatakan tahun lalu mereka menginginkan kedaulatan penuh pada saat merayakan ulang tahun ke-55 kemerdekaannya dari Inggris pada November 2021.

Pada tahun 1998, komisi tinjauan konstitusi Barbados merekomendasikan status republik, dan pada tahun 2015 Perdana Menteri Freundel Stuart mengatakan: "Kita harus beralih dari sistem monarki ke bentuk pemerintahan republik dalam waktu dekat."

Baca juga: Roket Luar Angkasa Korsel Gagal Tempatkan Satelit Tiruan ke Orbit
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved