TV Ini Tayangkan Film Dewasa saat Siaran Langsung Laporan Cuaca

Kamis, 21 Oktober 2021 - 14:35 WIB
loading...
TV Ini Tayangkan Film...
Stasiun TV di Amerika Serikat tak sengaja menayangkan film dewasa saat siaran langsung laporan cuaca. Foto/Times Now News
A A A
WASHINGTON - Sebuah stasiun televisi (TV) di Amerika Serikat (AS) secara tidak sengaja menayangkan film dewasa berdurasi singkat selama siaran langsung atau live tentang laporan cuaca. Pembawa acaranya juga tidak menyadari tentang insiden itu.

Video asusila itu ditampilkan di stasiun televisi KREM saat siaran langsung di Washington, pada pukul 18.30 pada hari Minggu lalu.

Baca juga: Heboh, Wanita Ini Berbagi Suami dengan Ibu dan Adiknya

Video yang ditayangkan selama sekitar 13 detik itu memperlihatkan pantat seorang wanita.

Namun Ahli Meteorologi Michelle Boss, yang menjadi penyiar acara itu, tidak menyadari adanya tayanyan video tersebut ketika dia mengatakan kepada pemirsa bahwa Washington kemungkinan akan mengalami "hari-hari bonus" cuaca panas setelah suhu hangat melanda negara bagian itu pada akhir pekan.

Rekan pembawa acara, Cody Proctor, juga tidak bereaksi terhadap video berperingkat X itu sementara orang-orang di belakang layar terlihat mengambil tindakan cepat dengan segera memperbesar peta suhu udara.

Stasiun televisi KREM meminta maaf atas insiden tersebut beberapa jam kemudian.

“Kami di sini di KREM 2 ingin meminta maaf atas sesuatu yang terjadi dalam siaran berita pukul 18.00 kami malam ini,” kata stasiun televisi itu tersebut kepada TVSpy.

“Sebuah video yang tidak pantas ditayangkan di bagian pertama acara. Kami bekerja keras untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi," lanjut stasiun TV tersebut, yang dilansir news.com.au, Kamis (21/10/2021).

Polisi setempat dilaporkan sedang menyelidiki bagaimana gambar tidak pantas itu muncul.

"Pada saat rilis ini, penyelidikan sedang berlangsung dan tidak ada kesalahan dalam bentuk apa pun yang telah ditentukan," kata pihak kepolisian setempat.

Polisi menambahkan bahwa pejabat KREM bekerja sama.

Baca juga: Rezim Kim Jong-un: AS Overacting terhadap Uji Coba Rudal Korut

Insiden seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa tahun lalu, Badan Komunikasi Federal (FCC) mengeluarkan denda USD325.000 terhadap stasiun televisi di Virginia, WDBJ, karena menayangkan video eksplisit secara seksual dari situs web film
dewasa selama laporan berita pukul 18.00 sore pada Juli 2012.

Para pejabat di FCC—sebuah badan independen dari pemerintah federal Amerika Serikat yang mengatur komunikasi melalui radio, televisi, kabel, satelit, dan kabel di AS—mengatakan bahwa siaran tersebut melanggar undang-undang federal yang melarang stasiun-stasiun untuk menyiarkan konten eksplisit antara pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam.

Travis LeBlanc, kepala biro penegakan FCC, mengatakan pada saat itu bahwa hukuman itu mengirimkan sinyal yang jelas bahwa ada konsekuensi berat bagi stasiun TV yang menayangkan gambar seksual eksplisit ketika anak-anak cenderung menonton televisi.

Jeffrey Marks, yang merupakan manajer umum stasiun televisi tersebut, mengatakan bahwa outlet medianya bermaksud untuk menentang keputusan tersebut.

Dia mengklaim video itu berjalan kurang dari tiga detik dan gambarnya tidak terlihat di banyak perangkat televisi.

Asosiasi Penyiaran Nasional mencap denda itu belum pernah terjadi sebelumnya dan mengatakan itu sepenuhnya tidak beralasan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved