Hubungan Iran-Israel Memanas, Pemerintah Teheran Gelar Latihan Udara Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 - 07:16 WIB
loading...
Hubungan Iran-Israel...
Pesawat Grumman F-14A Tomcat milik Angkatan Udara Iran. Foto/wikipedia
A A A
TEHERAN - Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) sedang bersiap memulai latihan udara nasional tahunan kesepuluh, dengan nama sandi Fada'eeyan-e Harim-e Velayat, atau "Pembela Suaka Velayat."

Tahun ini, latihan itu digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel yang baru menyetujui anggaran khusus untuk mempersiapkan serangan fasilitas nuklir Iran.

“Latihan akan meluas, melibatkan sebanyak lima pangkalan udara yang tersebar di seluruh negara dan termasuk berbagai macam pesawat dalam inventaris IRIAF,” papar laporan PressTV Iran.

Baca juga: Israel Tutup Jalan di Dekat Jalur Gaza, Perang Baru Bisa Segera Pecah

Latihan udara itu dijadwalkan mulai pada Kamis (21/10/2021) dan berlangsung hingga Jumat.

Baca juga: Komandan Israel Pelaku Pembantaian Desa Palestina Deir Yassin Meninggal Dunia

Menurut laporan itu, latihan akan melibatkan pesawat serang serta pencegat, pesawat tak berawak, transportasi dan pesawat pengintai.

Baca juga: Filipina Marah Kapal Patrolinya Ditantang Kapal Beijing di Laut China Selatan

Pesawat-pesawat itu akan terbang dari Pangkalan Udara Shahid Babaei di Provinsi Isfahan tengah dan Pangkalan Udara Shahid Fakouri di Provinsi Azarbaijan Timur di ujung barat negara itu, di antara lokasi lainnya.

Berbicara kepada wartawan pada Rabu (20/10/2021), Komandan IRIAF Brigadir Jenderal Hamid Vahedi mengatakan, “Manuver tersebut akan menjadi penilaian kemampuan tempur unit IRIAF, meningkatkan kesiapan pencegat, mempraktikkan implementasi rencana pengintaian dan operasional, dan pembentukan model yang tepat yang sesuai pertempuran kehidupan nyata.”

“Latihan tersebut akan menguji daya tahan jarak jauh jet tempur Angkatan Udara Republik Islam Iran di luar bidang pertahanan mereka, menunjukkan akurasi bom dan roket dalam serangan udara-ke-permukaan serta pengawasan zona operasional,” papar dia.

Iran telah mengumpulkan berbagai macam pesawat selama bertahun-tahun, meskipun sebagian besar angkatan udaranya agak ketinggalan zaman.

Pesawat tempur Amerika seperti F-5 Tigers, F-4 Phantom II dan F-14A Tomcats dapat terlihat di samping MiG-29 dan Su-24 buatan Soviet dan bahkan J-7 China, yang merupakan tiruan dari MiG-21 Soviet.

Iran sebagian besar terputus dari pembelian senjata baru oleh Amerika Serikat setelah Revolusi Islam 1979. Mereka harus berinovasi untuk menjaga angkatan udara mereka tetap relevan, termasuk memperbarui avionik, radar, dan peralatan lainnya.

Teheran bahkan mengembangkan pesawat tempur spin-off, seperti jet tempur Saeqeh dan Kosar, yang didasarkan pada badan pesawat F-5.

Latihan tersebut juga akan menampilkan kendaraan udara tak berawak Karrar, Kian, Ababil, Arash dan Kaman-12, yang semuanya membawa berbagai senjata ofensif dan peralatan jamming, serta pesawat Boeing 707 dan Boeing 747 yang dimodifikasi untuk melakukan peran pengisian bahan bakar kargo dan udara.

Sanksi yang melarang Teheran membeli peralatan militer dari luar negeri berakhir pada akhir 2020, tetapi karena tekanan ekonomi yang terus berlanjut oleh AS, mereka belum melakukan pembelian peralatan baru.

Namun, pada Agustus mereka meluncurkan versi baru dari sistem pertahanan udara berbasis darat Bavar-373 yang dibanggakan pengembang di Organisasi Industri Elektronik dapat melebihi kemampuan sistem S-400 Triumf Rusia.

Selain latihan tahunan, latihan Defenders of the Velayat Sanctuary tahun ini digelar hanya beberapa hari setelah Israel menyetujui anggaran USD1,5 miliar untuk mempersiapkan potensi serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Israel telah mengklaim Iran sedang mengejar bom nuklir, yang akan menimbulkan ancaman bagi Zionis. Meski demikian, Teheran bersumpah tidak menginginkan senjata pemusnah massal.

Intelijen militer Israel juga mengatakan, "Mereka (Iran) tidak sedang menuju ke arah bom sekarang."

Iran telah meningkatkan volume dan kemurnian stok uranium yang diperkaya sejak 2018, setelah AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi.

Pembicaraan putaran ketujuh tentang kembali ke kesepakatan nuklir diharapkan digelar pada bulan depan.

Israel telah mempersiapkan serangan terhadap Iran sejak Januari, menurut Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kohavi, meskipun tidak memiliki senjata yang mampu menembus pegunungan tempat fasilitas nuklir utama Iran, seperti lokasi pabrik pengayaan bahan bakar nuklir di Fordow.

Keyakinan Israel di balik kemampuannya melakukan serangan semacam itu sebagian besar didasarkan pada pemboman tahun 1981 terhadap reaktor nuklir Osirak Irak, yang jauh di wilayah Irak tetapi di atas tanah dan tidak dibentengi.

Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi baru-baru ini memperingatkan Israel tentang “salah perhitungan atau petualangan militer yang menargetkan Iran dan program nuklirnya.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved