Rusia Sebut AS Aktif Tingkatkan Persenjataan Nuklir Taktis
Kamis, 21 Oktober 2021 - 04:50 WIB
loading...
A
A
A
Saat dikonfirmasi, Pentagon mengatakan tidak memiliki komentar saat ini untuk menjawab pernyataan dari menteri pertahanan Rusia itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada 13 Oktober bahwa perlombaan senjata antara Rusia dan AS sedang meningkat. Ia mengutip penarikan Washington dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik sebagai pemicunya. Putin sebelumnya mencapai kesepahaman dengan lawan mainnya di AS, Presiden Joe Biden, bahwa kedua negara harus melakukan upaya untuk mengekang perlombaan senjata.
Kremlin sebelumnya memperingatkan kemungkinan kebangkitan kembali praktik Perang Dingin ini, yang menguras anggaran AS dan Uni Soviet. Peringatan ini menjadi lebih mendesak setelah pemerintahan Trump menarik AS dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) pada tahun 2019 dengan mengutip dugaan dan pelanggaran yang tidak terbukti oleh Moskow.
Rusia berulang kali memperingatkan tindakan semacam itu, yang mengakibatkan pencabutan larangan rudal jarak pendek dan menengah, serta peluncur untuk mereka. Kremlin mengusulkan kepada Washington agar kedua negara saling menjauhkan diri dari penempatan persenjataan semacam itu di dekat perbatasan, tetapi AS mengabaikan seruan tersebut.
Baca juga: Ini Alasan AS Tercengang dengan Uji Rudal Hipersonik China Berkemampuan Nuklir
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada 13 Oktober bahwa perlombaan senjata antara Rusia dan AS sedang meningkat. Ia mengutip penarikan Washington dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik sebagai pemicunya. Putin sebelumnya mencapai kesepahaman dengan lawan mainnya di AS, Presiden Joe Biden, bahwa kedua negara harus melakukan upaya untuk mengekang perlombaan senjata.
Kremlin sebelumnya memperingatkan kemungkinan kebangkitan kembali praktik Perang Dingin ini, yang menguras anggaran AS dan Uni Soviet. Peringatan ini menjadi lebih mendesak setelah pemerintahan Trump menarik AS dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) pada tahun 2019 dengan mengutip dugaan dan pelanggaran yang tidak terbukti oleh Moskow.
Rusia berulang kali memperingatkan tindakan semacam itu, yang mengakibatkan pencabutan larangan rudal jarak pendek dan menengah, serta peluncur untuk mereka. Kremlin mengusulkan kepada Washington agar kedua negara saling menjauhkan diri dari penempatan persenjataan semacam itu di dekat perbatasan, tetapi AS mengabaikan seruan tersebut.
Baca juga: Ini Alasan AS Tercengang dengan Uji Rudal Hipersonik China Berkemampuan Nuklir
(ian)
Lihat Juga :