Bersiap Hadapi Situasi Perang, 300 Perawat Militer China Latihan Pendaratan di Pulau
Rabu, 20 Oktober 2021 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu mengutip sebuah makalah yang diterbitkan oleh Jurnal Medis Militer China Tenggara berbahasa Mandarin, yang mengutip sebuah tim yang dipimpin oleh Jiao Wei dari pasukan Pendukung Logistik.
Baca: China: AS Jadikan Ancaman Rudal Hipersonik Alasan Ekspansi Militer
“Dalam peperangan modern berbasis informasi, penyelamatan dan evakuasi medis laut ditantang oleh lingkungan yang lebih kompleks. Pelatihan simulasi dapat menciptakan kembali lingkungan kapal sampai batas tertentu, sehingga staf perawat dapat beradaptasi dengan lingkungan khusus di laut,” jelasnya.
Karena pelatihan dilakukan pada siang hari, para perawat diharuskan memakai kacamata untuk menghalangi cahaya. Dalam kegelapan, perawat harus mengandalkan sentuhan untuk menemukan vena di lengan pasien untuk menyuntikkan obat.
Mereka juga harus memberikan obat-obatan saat berada di atas simulator kapal yang bergerak dan bergoyang. Awalnya, sepertiga dari total perawat gagal menyelesaikan tugas. Namun, setelah tiga hari mengikuti pelatihan latihan militer, tingkat kesalahan perawat turun menjadi sekitar sepersepuluh dari waktu, tambah laporan itu.
Baca: China: AS Jadikan Ancaman Rudal Hipersonik Alasan Ekspansi Militer
“Dalam peperangan modern berbasis informasi, penyelamatan dan evakuasi medis laut ditantang oleh lingkungan yang lebih kompleks. Pelatihan simulasi dapat menciptakan kembali lingkungan kapal sampai batas tertentu, sehingga staf perawat dapat beradaptasi dengan lingkungan khusus di laut,” jelasnya.
Karena pelatihan dilakukan pada siang hari, para perawat diharuskan memakai kacamata untuk menghalangi cahaya. Dalam kegelapan, perawat harus mengandalkan sentuhan untuk menemukan vena di lengan pasien untuk menyuntikkan obat.
Mereka juga harus memberikan obat-obatan saat berada di atas simulator kapal yang bergerak dan bergoyang. Awalnya, sepertiga dari total perawat gagal menyelesaikan tugas. Namun, setelah tiga hari mengikuti pelatihan latihan militer, tingkat kesalahan perawat turun menjadi sekitar sepersepuluh dari waktu, tambah laporan itu.
Lihat Juga :