NATO Meradang Rusia Tangguhkan Misi Diplomatik
Rabu, 20 Oktober 2021 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kebijakan NATO terhadap Rusia tetap konsisten. Kami telah memperkuat pencegahan dan pertahanan kami dalam menanggapi tindakan agresif Rusia, sementara pada saat yang sama kami tetap terbuka untuk berdialog, termasuk melalui Dewan NATO-Rusia,” ujarnya.
Sementara itu, Rusia telah mengungkapkan menyetujui langkah-langkah deeskalasi dengan NATO, termasuk penurunan bersama aktivitas militer di sepanjang perbatasan Rusia dan negara-negara aliansi. Hal itu dikatakan oleh wakil utusan Rusia di PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Andrey Belousov, pada pertemuan Komite Pertama Majelis Umum PBB.
Baca juga: Menlu Rusia: NATO Kubur Ide Konsultasi dengan Moskow
"Hari ini langkah-langkah diperlukan untuk memperbaiki situasi, serta fokus pada pelaksanaan kesepakatan yang ada, termasuk Dokumen Wina," kata diplomat Rusia itu.
“Langkah-langkah transparansi sukarela tambahan berguna. Kami mengusulkan untuk menyepakati langkah-langkah de-eskalasi, termasuk pengurangan bersama dalam aktivitas militer di sepanjang perbatasan antara Rusia dan negara-negara NATO, dan pada peningkatan mekanisme untuk mencegah insiden dan aktivitas militer yang berbahaya,” tutur Belousov.
Sementara itu, Rusia telah mengungkapkan menyetujui langkah-langkah deeskalasi dengan NATO, termasuk penurunan bersama aktivitas militer di sepanjang perbatasan Rusia dan negara-negara aliansi. Hal itu dikatakan oleh wakil utusan Rusia di PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Andrey Belousov, pada pertemuan Komite Pertama Majelis Umum PBB.
Baca juga: Menlu Rusia: NATO Kubur Ide Konsultasi dengan Moskow
"Hari ini langkah-langkah diperlukan untuk memperbaiki situasi, serta fokus pada pelaksanaan kesepakatan yang ada, termasuk Dokumen Wina," kata diplomat Rusia itu.
“Langkah-langkah transparansi sukarela tambahan berguna. Kami mengusulkan untuk menyepakati langkah-langkah de-eskalasi, termasuk pengurangan bersama dalam aktivitas militer di sepanjang perbatasan antara Rusia dan negara-negara NATO, dan pada peningkatan mekanisme untuk mencegah insiden dan aktivitas militer yang berbahaya,” tutur Belousov.
(ian)
Lihat Juga :