Rusia Santai Tanggapi Uji Coba Rudal Hipersonik China

Rabu, 20 Oktober 2021 - 00:16 WIB
loading...
Rusia Santai Tanggapi...
Rusia merespons dengan santai laporan yang menyebut China melakukan uji coba rudal hipersonik. Foto/DW
A A A
MOSKOW - Uji coba rudal hipersonik China mungkin memicu kekhawatiran Barat tetapi, sebagai mitra dekat Beijing, Rusia tidak memiliki alasan untuk khawatir. Hal itu dikatakan juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin , Dmitry Peskov, menanggapi laporan China telah melakukan uji coba rudal hipersonik.

Peskov mengatakan Moskow tidak perlu khawatir atas laporan terbaru soal senjata nuklir canggih yang telah ditembakkan oleh China pada bulan Agustus lalu.

Ditanya apakah pejabat Rusia melihat perkembangan seperti itu sebagai ancaman, pejabat Kremlin itu mengatakan: "Tidak, itu tidak terlihat seperti itu."

"Kami memiliki hubungan sekutu dengan China," lanjut Peskov.

"China sedang mengembangkan angkatan bersenjata dan sistem senjatanya, tetapi tidak melampaui kerangka kerja setiap perjanjian internasional," tambahnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (20/10/2021).

Minggu lalu, Financial Times melaporkan bahwa peluncuran roket hipersonik yang dilakukan oleh China telah membuat intelijen Amerika Serikat (AS) terkejut. Rudal itu dilaporkan masuk ke orbit dan mengelilingi dunia sebelum mendarat beberapa mil jauhnya dari target yang dimaksudkan. Meskipun demikian, laporan itu mengklaim, analis Pentagon terkejut dengan seberapa maju sistem senjata China.

Baca juga: Uji Coba Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, China Kejutkan AS

"Teknologi hipersonik adalah sesuatu yang telah kami khawatirkan, aplikasi militer potensial, dan kami telah menahan diri dari mengejar," Robert Wood, duta besar Presiden Joe Biden untuk PBB, memperingatkan.

"Kami telah melihat Cina dan Rusia mengejar penggunaan yang sangat aktif, militerisasi teknologi ini, jadi kami hanya harus merespons dalam bentuk yang sama...kami hanya tidak tahu bagaimana kami dapat mempertahankan teknologi itu, China juga tidak, begitu pun Rusia," ia melanjutkan.

Baca juga: China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Pilih Bungkam

China secara formal menyangkaltelah melakukan uji coba rudal hipersonik, mengatakan misi itu hanya menguji teknologi pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali. Namun, editorial anonim yang diterbitkan oleh corong Partai Komunis China, Global Times, mengatakan bahwa negara itu telah menghantam supremasi strategis AS, sementara menolak untuk mengkonfirmasi China telah mengembangkan senjata seperti itu.

"Tidak ada artinya untuk membahas kredibilitas laporan Financial Times," bunyi artikel itu.

"Tetapi penting untuk mencatat tren yang tak terbendung bahwa China mempersempit kesenjangan dengan AS dalam beberapa teknologi militer utama karena Cina terus mengembangkan kekuatan ekonomi dan teknologinya," sambung artikel itu.

Baca juga: China Sangkal Uji Coba Rudal Hipersonik, Sebut Itu Tes Pesawat Luar Angkasa

Awal bulan ini, Rusia mengumumkan telah berhasil menembakkan rudal hipersonik anti-kapal zircon dari kapal selam nuklir untuk pertama kalinya dalam sejarah . Mampu terbang sembilan kali kecepatan suara, pejabat militer AS Charles A. Richard sebelumnya memperingatkan zirkon menimbulkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pendeteksian dan intersep oleh sistem pertahanan roket konvensional.

Presiden Putin sebelumnya telah mengumumkan bahwa, ketika datang ke senjata hipersonik, perlombaan senjata telah dimulai, dan mengklaim bahwa Washington menembakkan pistol di awal dengan secara sepihak menarik diri dari perjanjian senjata nuklir dan mengembangkan sistem untuk menembak jatuh roket.

"Negara mereka sekarang membangun payung untuk melindungi dirinya sendiri," tambah Putin.

"Anda harus memiliki sistem pertahanan rudal, atau senjata yang tidak dapat dihambat oleh pertahanan rudal," imbuhnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Berita Terkini
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved