Seperti Meratapi Hancurnya Kota Sodom, 200 Model Telanjang Berpose di Laut Mati

Selasa, 19 Oktober 2021 - 08:57 WIB
Seperti Meratapi Hancurnya Kota Sodom, 200 Model Telanjang Berpose di Laut Mati
Ratusan model telanjang, sebagian besar warga Israel, berpose telanjang di Laut Mati. Foto/via Washington Examiner
A A A
TEL AVIV - Sebanyak 200 model telanjang , sebagian besar warga Israel , mejeng di Laut Mati untuk pemotretan. Dengan tubuh dicat putih, adegan mereka mengingatkan legenda istri Lot yang akhir hidupnya menjadi tiang garam dengan meratapi hancurnya kota Sodom.

Pemotretan telanjang ini dirancang fotografer Amerika Serikat (AS), Spencer Tunick. Tujuannya untuk menyoroti surutnya permukaan air di Laut Mati Israel.

Baca juga: Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Kini Ada di Australia

Semua tubuh model dicat warna putih. Gambar diambil dari belakang.



Tunick, yang telah memotret model telanjang di berbagai landmark seperti Sydney Opera House dan gletser di Swiss, kembali ke Laut Mati pada hari Minggu. Dia datang ketiga kalinya untuk memotret ratusan orang telanjang tersebut.

"Saya di sini untuk meningkatkan kesadaran akan surutnya air Laut Mati dan untuk memberi perhatian pada bencana ekologis yang sedang terjadi," kata Tunick kepada CNN, yang dilansir Selasa (19/10/2021).

Pemotretan akan menguntungkan impian kolaborator Ari Leon Fruchter untuk membangun "museum Laut Mati" di lokasi yang sama dengan pemotretan.

"Dengan menghubungkan isu lingkungan ke tubuh (manusia), (itu) menunjukkan kerentanan tubuh terhadap alam—dan juga, secara berdampingan, kerentanan alam yang disebabkan oleh tubuh," kata Tunick.

"Manusia dapat memengaruhi laut yang sangat besar. Dan saya pikir menunjukkan penjajaran tubuh ini—sangat rapuh—terhadap Laut Mati, yang sama rapuhnya, akan membawa energi baru untuk pekerjaan dan percakapan orang-orang," paparnya.

Cat putih, yang diformulasikan untuk pemotretan, dimaksudkan untuk mengingat garam air laut yang padat mineral serta istri Lot dari kitab Kejadian, yang diubah menjadi tiang garam untuk melihat kehancuran Sodom.

Para peserta, semuanya berusia antara 19 hingga 70 tahun, sebagian besar berasal dari Israel dan termasuk wali kota dari kota terdekat.
(min)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2125 seconds (11.252#12.26)