Pembunuhan 2 Anak Venezuela di Kolombia Picu Pertikaian Diplomatik

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Pada hari Senin, Kolonel Carlos Martinez dari polisi Kolombia mengumumkan penyelidikan telah diluncurkan atas pembunuhan itu, dan menyalahkan kelompok gerilya setempat.

Tetapi para pejabat Venezuela dengan cepat menunjukkan ketidakpuasan mereka dengan pekerjaan otoritas Kolombia untuk memberikan keadilan, dan menganggap pembunuhan itu sebagai bukti dari fenomena yang lebih luas.

Pada hari Rabu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengutip kematian itu sebagai bukti xenofobia dan penganiayaan mematikan terhadap migran Venezuela.

"Yang benar adalah bahwa para migran kami dibunuh di Kolombia," katanya saat konferensi pers di Caracas, berjanji untuk mengangkat masalah ini dengan organisasi multilateral.

Sementara jutaan migran pindah dari Kolombia ke Venezuela pada abad ke-20 untuk menghindari konflik terkait narkoba di negara mereka, tren telah berbalik dalam beberapa tahun terakhir karena keruntuhan ekonomi dan krisis politik Venezuela. Saat ini ada lebih dari 1,8 juta migran Venezuela di Kolombia, komunitas terbesar orang Venezuela di luar negeri di dunia.

Baca juga: Pria Bersenjata Culik 20 Warga Asing dari Haiti dan Venezuela di Hotel Meksiko
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
Venezuela Tolak Tawaran...
Venezuela Tolak Tawaran Trump untuk Jadi Negara Bagian ke-51 AS
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Berita Terkini
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved