Pria Ini Akui Berhubungan Seks dengan Mayat Wanita karena Terlalu Cantik
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 10:59 WIB
loading...
Mantan petugas kamar mayat di Kenya mengakui kerap berhubungan seks dengan jasad wanita. Foto/SINDOnews.com/Ilustrasi
A
A
A
NAIROBI - Seorang pria di Kenya blakblakan kerap berhubungan seks dengan wanita yang sudah meninggal selama dia bekerja sebagai petugas kamar mayat. Dia mengaku tak bisa menahan diri ketika pertama kali melakukannya karena mayat wanita yang dia tangani terlalu cantik.
Stephen Samaritan sekarang sudah berhenti dari pekerjaannya. Dia berterus terang tentang kebisaan buruknya itu dalam sebuah wawancara dengan KDRTV, yang dilansir Sputniknews, Jumat (15/10/2021).
Baca juga: Segitiga Sensitif Ini Diduga Lokasi Tabrakan Kapal Selam Nuklir AS dengan Objek Misterius
Selama wawancara, Stephen berbicara tentang bagaimana dia akhirnya bekerja di kamar mayat pribadi di kota Eldoret setelah menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman dan pada awalnya tidak menyadari pekerjaan seperti apa yang menunggunya.
"Saya polos dan membutuhkan pekerjaan. Saya putus asa," katanya.
"Mereka menyuruh saya bekerja untuk hari pertama dan dari sana, usaha saya akan menentukan bagaimana saya akan dibayar," katanya lagi.
Seperti yang dijelaskan Stephen, kesadaran tentang di mana dia akan bekerja awalnya membuatnya takut, tetapi rekan-rekannya memberinya beberapa ganja campuran sebagai rokok yang membantunya tenang.
Stephen Samaritan sekarang sudah berhenti dari pekerjaannya. Dia berterus terang tentang kebisaan buruknya itu dalam sebuah wawancara dengan KDRTV, yang dilansir Sputniknews, Jumat (15/10/2021).
Baca juga: Segitiga Sensitif Ini Diduga Lokasi Tabrakan Kapal Selam Nuklir AS dengan Objek Misterius
Selama wawancara, Stephen berbicara tentang bagaimana dia akhirnya bekerja di kamar mayat pribadi di kota Eldoret setelah menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman dan pada awalnya tidak menyadari pekerjaan seperti apa yang menunggunya.
"Saya polos dan membutuhkan pekerjaan. Saya putus asa," katanya.
"Mereka menyuruh saya bekerja untuk hari pertama dan dari sana, usaha saya akan menentukan bagaimana saya akan dibayar," katanya lagi.
Seperti yang dijelaskan Stephen, kesadaran tentang di mana dia akan bekerja awalnya membuatnya takut, tetapi rekan-rekannya memberinya beberapa ganja campuran sebagai rokok yang membantunya tenang.
Lihat Juga :