Segitiga Sensitif Ini Diduga Lokasi Tabrakan Kapal Selam Nuklir AS dengan Objek Misterius

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Hu Bo menunjukkan bahwa berdasarkan strategi Angkatan Laut Amerika melawan Uni Soviet selama Perang Dingin, kapal selam serangan AS biasanya ditempatkan di dekat pelabuhan tempat kapal selam nuklir musuh ditempatkan.

Baca juga: Putri Mahkota Amalia Boleh Nikahi Wanita dan Bisa Menjadi Ratu Belanda

Jika itu adalah misi USS Connecticut, kata dia, itu juga dapat membantu menjelaskan dugaan lokasinya pada saat kecelakaan.

Jika perkiraan SCSPI benar, itu akan menempatkan kapal selam AS yang salah dalam apa yang disebut demarkasi sembilan garis atau dash-nine line dari klaim China di Laut China Selatan.

Selain China, Vietnam juga mempertaruhkan klaim atas perairan tersebut.

Direktur Chinese Military Culture Society dan ahli strategi militer Du Wenlong mengatakan kepada Global Times bahwa jika kecelakaan itu menyebabkan kebocoran radiasi dari reaktor nuklirnya, itu bisa menjadi bencana bagi seluruh planet.

“Uranium yang sangat diperkaya yang digunakan dalam reaktor kapal selam nuklir berbeda dengan uranium yang diperkaya tingkat industri yang digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir. Jika kapal selam nuklir dengan bobot lebih dari 9.000 ton mengalami kebocoran nuklir di bawah air, konsekuensinya akan sangat serius,” kata Du.

Pakar tersebut menekankan bahwa kebocoran semacam ini tidak hanya akan meracuni lingkungan setempat dan mencemari air, hewan laut, dan kehidupan tumbuhan, tetapi juga menyebar ke seluruh lautan oleh arus laut, yang mengakibatkan bencana skala global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei 90% Telah Lenyap
Rekomendasi
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved