Segitiga Sensitif Ini Diduga Lokasi Tabrakan Kapal Selam Nuklir AS dengan Objek Misterius

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Dalam pernyataannya pekan lalu, Angkatan Laut AS menekankan bahwa pembangkit tenaga nuklir USS Connecticut "tidak terpengaruh" oleh kecelakaan dan tetap beroperasi penuh, di mana kapal selam kembali ke pelabuhan di Guam secara independen.

USS Connecticut adalah kapal selam kelas Seawolf, salah satu yang paling canggih dan paling mahal di gudang senjata Angkatan Laut AS. Kapal tersebut adalah salah satu dari tiga kapal selam kelas Seawolf yang beroperasi.

Berkat reaktor nuklir mereka, daya tahan kapal hanya dibatasi oleh kebutuhan untuk menyimpan persediaan untuk awaknya, dan mereka dilengkapi dengan gudang senjata anti-kapal, anti-kapal selam dan serangan darat.

Pekan lalu, pensiunan militer Rusia, Laksamana Rusia Vladimir Valuyev mengatakan dia tidak dapat membayangkan bahwa kapal selam yang dilengkapi dengan sistem navigasi canggih seperti itu dapat bertabrakan dengan terumbu bawah laut atau formasi batuan.

Menurutnya, penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa kapal selam itu menabrak instalasi pengeboran minyak yang baru dibangun atau masih dalam pembangunan yang tidak diketahui Pentagon di petanya.

Beijing telah mendesak Amerika Serikat dan negara lainnya atau negara yang terlibat dalam insiden tersebut untuk memberikan perincian yang relevan, termasuk lokasi pasti dari insiden tersebut, tujuan perjalanan kapal dan perincian apa yang ditemui kapal selam.

Pada hari Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menuduh AS gagal memberikan informasi yang relevan, dan menyatakan bahwa pendekatan yang tidak bertanggung jawab dan rahasia seperti itu telah menimbulkan lebih banyak kecurigaan di antara komunitas internasional tentang niat AS dan rincian kecelakaan itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Arab Tak Bantu AS
Rekomendasi
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved