Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Rabu, 03 Juni 2020 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Februari, Duterte telah memerintahkan penghentian Perjanjian Kunjungan Pasukan, yang membahayakan keamanan untuk Filipina. Berdasarkan perjanjian tersebut, Washington dan Manila memiliki waktu 180 hari setelah menerbitkan pemberitahuan mengakhiri perjanjian - dalam kasus ini hingga Agustus - untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan itu. (Baca: Ingin Lebih Independen, Duterte Batalkan Perjanjian Militer dengan AS )
Pakta tersebut mengizinkan militer AS untuk melakukan latihan bersama skala besar di Filipina, beberapa dekade setelah Amerika diusir dari pangkalan-pangkalan angkatan laut di utara Manila karena ketidaksepakatan sewa.
Di bawah perjanjian itu, pasukan Filipina menerima pelatihan dari Amerika untuk memerangi terorisme dan perdagangan narkoba. Ratusan latihan bersama dilakukan setiap tahun.
Keputusan Duterte untuk mengakhiri aliansi militer ini dipicu penolakan Washington untuk memberikan visa kepada anggota parlemen Filipina, Ronald dela Rosa, arsitek awal perang melawan narkoba Duterte.
Pakta tersebut mengizinkan militer AS untuk melakukan latihan bersama skala besar di Filipina, beberapa dekade setelah Amerika diusir dari pangkalan-pangkalan angkatan laut di utara Manila karena ketidaksepakatan sewa.
Di bawah perjanjian itu, pasukan Filipina menerima pelatihan dari Amerika untuk memerangi terorisme dan perdagangan narkoba. Ratusan latihan bersama dilakukan setiap tahun.
Keputusan Duterte untuk mengakhiri aliansi militer ini dipicu penolakan Washington untuk memberikan visa kepada anggota parlemen Filipina, Ronald dela Rosa, arsitek awal perang melawan narkoba Duterte.
(ber)
Lihat Juga :