Ternyata Cuma Mitos Sunat Cegah Penyakit Seksual
Kamis, 14 Oktober 2021 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Latar belakang studi Denmark adalah perkembangan sunat di Afrika saat ini. Berdasarkan penelitian sebelumnya dari Kenya, Uganda dan Afrika Selatan (Afsel) menunjukkan pengurangan risiko relatif HIV di antara laki-laki dewasa muda yang disunat sebesar 50%. Ini membuat jutaan remaja laki-laki di Afrika telah disunat secara non-ritual dalam beberapa dekade terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak negara Afrika telah memperluas program sunat mereka dengan memasukkan bayi dan anak laki-laki.
“Asumsinya adalah bahwa jika sunat di masa dewasa mengurangi risiko seorang pria terkena HIV dan PMS lainnya, itu mungkin juga terkait dengan sunat di awal kehidupan. Masalahnya anggapan itu tidak pernah terbukti secara ilmiah,” terang Frisch.
Baca juga: Ngeri! Hasil Studi Sebut Minum Darah Segar Bikin Awet Muda
Studi Denmark yang baru sejalan dengan studi internasional. Sebelumnya, hanya dua studi kelompok yang lebih kecil dalam literatur penelitian, keduanya dari Selandia Baru, telah menyelidiki pentingnya sunat pada anak laki-laki dan gagal untuk meyakinkan menyarankan bahwa sunat pada anak laki-laki melindungi diri terhadap HIV atau penyakit menular seksual lainnya.
Sebuah studi kelompok berbasis registrasi dari Kanada, yang baru saja diterbitkan dalam Journal of Urology, juga tidak menemukan efek perlindungan dari sunat pada anak laki-laki terhadap HIV.
“Asumsinya adalah bahwa jika sunat di masa dewasa mengurangi risiko seorang pria terkena HIV dan PMS lainnya, itu mungkin juga terkait dengan sunat di awal kehidupan. Masalahnya anggapan itu tidak pernah terbukti secara ilmiah,” terang Frisch.
Baca juga: Ngeri! Hasil Studi Sebut Minum Darah Segar Bikin Awet Muda
Studi Denmark yang baru sejalan dengan studi internasional. Sebelumnya, hanya dua studi kelompok yang lebih kecil dalam literatur penelitian, keduanya dari Selandia Baru, telah menyelidiki pentingnya sunat pada anak laki-laki dan gagal untuk meyakinkan menyarankan bahwa sunat pada anak laki-laki melindungi diri terhadap HIV atau penyakit menular seksual lainnya.
Sebuah studi kelompok berbasis registrasi dari Kanada, yang baru saja diterbitkan dalam Journal of Urology, juga tidak menemukan efek perlindungan dari sunat pada anak laki-laki terhadap HIV.
(ian)
Lihat Juga :