Jelang Pemilu, PM Jepang Fumio Kishida Bubarkan Parlemen
Kamis, 14 Oktober 2021 - 17:28 WIB
loading...
Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Foto/CNN
A
A
A
TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida membubarkan majelis rendah Parlemen pada Kamis (14/10/2021), menyiapkan panggung untuk pemilihan umum ( pemilu ) akhir bulan ini saat ia berusaha untuk membangkitkan dukungan bagi pemerintahannya yang baru dibentuk.
Pemungutan suara, yang akan diadakan pada 31 Oktober, akan menjadi ujian besar pertama Kishida setelah ia memenangkan pemilihan kepemimpinan partai yang berkuasa pada 29 September lalu dan secara resmi ditunjuk sebagai Perdana Menteri ke-100 Jepang pada 4 Oktober.
Laporan media lokal yang dikutip CNN telah menyarankan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, yang dipimpin oleh Kishida, berharap untuk mengambil keuntungan dari penurunan kasus COVID-19 secara nasional baru-baru ini untuk menggalang dukungan bagi partai tersebut.
Baca juga: Jadi PM Jepang, Kishida Bubarkan Parlemen dan Gelar Pemilu 31 Oktober
Perdana Menteri sebelumnya, Yoshihide Suga, tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan kepemimpinan partainya, menyusul masa jabatan yang bergejolak yang ditandai dengan merosotnya dukungan publik saat ia berjuang untuk menahan laju virus Corona baru.
Pemungutan suara, yang akan diadakan pada 31 Oktober, akan menjadi ujian besar pertama Kishida setelah ia memenangkan pemilihan kepemimpinan partai yang berkuasa pada 29 September lalu dan secara resmi ditunjuk sebagai Perdana Menteri ke-100 Jepang pada 4 Oktober.
Laporan media lokal yang dikutip CNN telah menyarankan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, yang dipimpin oleh Kishida, berharap untuk mengambil keuntungan dari penurunan kasus COVID-19 secara nasional baru-baru ini untuk menggalang dukungan bagi partai tersebut.
Baca juga: Jadi PM Jepang, Kishida Bubarkan Parlemen dan Gelar Pemilu 31 Oktober
Perdana Menteri sebelumnya, Yoshihide Suga, tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan kepemimpinan partainya, menyusul masa jabatan yang bergejolak yang ditandai dengan merosotnya dukungan publik saat ia berjuang untuk menahan laju virus Corona baru.
Lihat Juga :