Kim Jong-un Gertak AS dengan ICBM Hwasong-16 Si Monster Nuklir Korut
Rabu, 13 Oktober 2021 - 01:49 WIB
loading...
A
A
A
Korea Selatan baru-baru ini menguji rudal balistik kapal selam pertamanya, di samping rencana untuk membangun senjata baru yang besar termasuk kapal induk dan pembelian pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika.
Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim Song, mengatakan negaranya memiliki hak untuk membela diri dan menguji senjata mengingat kebijakan bermusuhan oleh AS. Argumen itu disampaikan ketika Korea Utara menembakkan proyektil tak dikenal ke arah laut di lepas pantai timurnya.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB tahunan, Kim Song mengatakan: “Tidak ada yang dapat menyangkal hak yang benar untuk membela diri bagi DPRK (Korea Utara) untuk mengembangkan, menguji, memproduksi, dan memiliki sistem senjata, setara dengan yang dimiliki atau dimiliki. sedang dikembangkan oleh mereka," katanya.
AS menyatakan akan bersedia mengadakan pembicaraan diplomatik kapan saja dengan Korea Utara.
Pada hari Selasa, penasihat keamanan nasional Korea Selatan, Suh Hoon, diperkirakan akan bertemu dengan timpalannya dari Amerika Jake Sullivan untuk membahas masalah Korea Utara.
Berbicara kepada wartawan di Washington pada hari Senin, Suh mengatakan dia berencana untuk membahas proposal Presiden Moon Jae-in untuk deklarasi resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953 dan kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Korea Utara.
Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim Song, mengatakan negaranya memiliki hak untuk membela diri dan menguji senjata mengingat kebijakan bermusuhan oleh AS. Argumen itu disampaikan ketika Korea Utara menembakkan proyektil tak dikenal ke arah laut di lepas pantai timurnya.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB tahunan, Kim Song mengatakan: “Tidak ada yang dapat menyangkal hak yang benar untuk membela diri bagi DPRK (Korea Utara) untuk mengembangkan, menguji, memproduksi, dan memiliki sistem senjata, setara dengan yang dimiliki atau dimiliki. sedang dikembangkan oleh mereka," katanya.
AS menyatakan akan bersedia mengadakan pembicaraan diplomatik kapan saja dengan Korea Utara.
Pada hari Selasa, penasihat keamanan nasional Korea Selatan, Suh Hoon, diperkirakan akan bertemu dengan timpalannya dari Amerika Jake Sullivan untuk membahas masalah Korea Utara.
Berbicara kepada wartawan di Washington pada hari Senin, Suh mengatakan dia berencana untuk membahas proposal Presiden Moon Jae-in untuk deklarasi resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953 dan kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Korea Utara.
(min)
Lihat Juga :