Kim Jong-un Gertak AS dengan ICBM Hwasong-16 Si Monster Nuklir Korut
Rabu, 13 Oktober 2021 - 01:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Reuters, komentarnya selama pidato di Pameran Pengembangan Pertahanan datang ketika dia berdiri dikelilingi oleh beberapa ICBM dan potret raksasa dirinya dalam seragam militer.
"Kami tidak membahas perang dengan siapa pun, melainkan untuk mencegah perang itu sendiri dan untuk benar-benar meningkatkan pencegahan perang untuk perlindungan kedaulatan nasional," kata Kim Jong-un.
"AS menciptakan ketegangan regional dengan keputusan dan tindakan yang salah," ujarnya.
Kim Jong-un tidak mempercayai klaim Washington bahwa AS tidak memiliki niat bermusuhan terhadapnya.
"Kegiatan militer AS seperti latihan bersama dengan Korea Selatan membawa banyak potensi bahaya dan meningkatkan urgensi untuk lebih memperkuat diri kita sendiri," ujarnya.
Dia juga berjanji untuk melaksanakan rencana pengembangan militer termasuk ICBM berbahan bakar padat baru, kapal selam berkemampuan rudal nuklir baru dan satelit pengintai militer. Namun, dia mengeklaim semua itu atas nama pertahanan diri.
Menggambarkan sikap Korea Selatan sebagai “dualistik, tidak logis dan seperti gangster”, dia kemudian menolak peringatan bahwa dia akan menanggapi dengan tindakan keras dan tidak memaafkan niat Korea Selatan untuk merugikan hak Korea Utara untuk membela diri.
Komentarnya muncul di tengah ketegangan yang semakin memanas antara Korea Utara dan Korea Selatan, kurang dari sebulan setelah kedua belah pihak melakukan uji coba rudal balistik dalam perlombaan senjata terbaru.
"Kami tidak membahas perang dengan siapa pun, melainkan untuk mencegah perang itu sendiri dan untuk benar-benar meningkatkan pencegahan perang untuk perlindungan kedaulatan nasional," kata Kim Jong-un.
"AS menciptakan ketegangan regional dengan keputusan dan tindakan yang salah," ujarnya.
Kim Jong-un tidak mempercayai klaim Washington bahwa AS tidak memiliki niat bermusuhan terhadapnya.
"Kegiatan militer AS seperti latihan bersama dengan Korea Selatan membawa banyak potensi bahaya dan meningkatkan urgensi untuk lebih memperkuat diri kita sendiri," ujarnya.
Dia juga berjanji untuk melaksanakan rencana pengembangan militer termasuk ICBM berbahan bakar padat baru, kapal selam berkemampuan rudal nuklir baru dan satelit pengintai militer. Namun, dia mengeklaim semua itu atas nama pertahanan diri.
Menggambarkan sikap Korea Selatan sebagai “dualistik, tidak logis dan seperti gangster”, dia kemudian menolak peringatan bahwa dia akan menanggapi dengan tindakan keras dan tidak memaafkan niat Korea Selatan untuk merugikan hak Korea Utara untuk membela diri.
Komentarnya muncul di tengah ketegangan yang semakin memanas antara Korea Utara dan Korea Selatan, kurang dari sebulan setelah kedua belah pihak melakukan uji coba rudal balistik dalam perlombaan senjata terbaru.
Lihat Juga :