Ulama Syiah Sadr Menang Pemilu Irak, Mantan Perdana Menteri Maliki Nomor 2
Selasa, 12 Oktober 2021 - 06:32 WIB
loading...
Para pendukung ulama Syiah Moqtada al-Sadr merayakan hasil awal pemilu parlemen di Irak, 11 Oktober 2021. Foto/REUTERS
A
A
A
BAGHDAD - Partai yang dipimpin ulama Syiah Moqtada al-Sadr menjadi pemenang terbesar dalam pemilu Irak pada Senin (11/10/2021). Kemenangan itu menambah jumlah kursi yang dia kuasai di parlemen.
Laporan ini berdasarkan hasil awal, informasi para pejabat dan juru bicara Gerakan Sadr.
Mantan Perdana Menteri (PM) Irak Nouri al-Maliki tampaknya akan meraih kemenangan terbesar berikutnya di antara partai-partai Syiah, menurut hasil awal pemilu.
Baca juga: Profil Istri Mohammed bin Salman, Sara yang Punya Julukan Barbie Kecil
Kelompok Syiah Irak telah mendominasi pemerintahan dan formasi pemerintah sejak invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) tahun 2003 yang menggulingkan pemimpin Sunni Saddam Hussein dan melambungkan mayoritas Syiah dan Kurdi ke tampuk kekuasaan.
Baca juga: Akhir Tragis Penjagal Rakyat Palestina Ariel Sharon: Koma 8 Tahun, Membusuk di RS
Pemilu Minggu diadakan beberapa bulan lebih awal, sebagai tanggapan atas protes massa pada 2019 yang menggulingkan pemerintah. Protes menunjukkan kemarahan yang meluas terhadap para pemimpin politik yang menurut banyak rakyat Irak telah memperkaya diri mereka sendiri dengan mengorbankan negara.
Baca juga: Israel Hancurkan Pemakaman Muslim di Dekat Masjid Al-Aqsa
Tetapi rekor jumlah pemilih yang rendah menunjukkan bahwa pemilu yang disebut sebagai kesempatan untuk merebut kendali dari elit yang berkuasa tidak akan banyak membantu untuk menyingkirkan partai-partai agama sektarian yang berkuasa sejak 2003.
Hitungan berdasarkan hasil awal dari beberapa provinsi Irak ditambah ibukota Baghdad, diverifikasi pejabat pemerintah setempat, menunjukkan Sadr memenangkan lebih dari 70 kursi. Jika hasil itu dikonfirmasi, dapat memberinya pengaruh yang cukup besar dalam membentuk pemerintahan.
Laporan ini berdasarkan hasil awal, informasi para pejabat dan juru bicara Gerakan Sadr.
Mantan Perdana Menteri (PM) Irak Nouri al-Maliki tampaknya akan meraih kemenangan terbesar berikutnya di antara partai-partai Syiah, menurut hasil awal pemilu.
Baca juga: Profil Istri Mohammed bin Salman, Sara yang Punya Julukan Barbie Kecil
Kelompok Syiah Irak telah mendominasi pemerintahan dan formasi pemerintah sejak invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) tahun 2003 yang menggulingkan pemimpin Sunni Saddam Hussein dan melambungkan mayoritas Syiah dan Kurdi ke tampuk kekuasaan.
Baca juga: Akhir Tragis Penjagal Rakyat Palestina Ariel Sharon: Koma 8 Tahun, Membusuk di RS
Pemilu Minggu diadakan beberapa bulan lebih awal, sebagai tanggapan atas protes massa pada 2019 yang menggulingkan pemerintah. Protes menunjukkan kemarahan yang meluas terhadap para pemimpin politik yang menurut banyak rakyat Irak telah memperkaya diri mereka sendiri dengan mengorbankan negara.
Baca juga: Israel Hancurkan Pemakaman Muslim di Dekat Masjid Al-Aqsa
Tetapi rekor jumlah pemilih yang rendah menunjukkan bahwa pemilu yang disebut sebagai kesempatan untuk merebut kendali dari elit yang berkuasa tidak akan banyak membantu untuk menyingkirkan partai-partai agama sektarian yang berkuasa sejak 2003.
Hitungan berdasarkan hasil awal dari beberapa provinsi Irak ditambah ibukota Baghdad, diverifikasi pejabat pemerintah setempat, menunjukkan Sadr memenangkan lebih dari 70 kursi. Jika hasil itu dikonfirmasi, dapat memberinya pengaruh yang cukup besar dalam membentuk pemerintahan.
Lihat Juga :