China Upgrade Kapal Selam Nuklir Bungkuk yang Mampu Hancurkan Kota-kota AS

Senin, 11 Oktober 2021 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan kepada South China Morning Post, Minggu (10/10/2021): "Membangun untuk commissioning kapal selam bisa memakan waktu hingga delapan tahun, sementara elektronik dan banyak komponen canggih akan maju beberapa generasi dalam periode ini."

“Angkatan Laut China akan meminta pembuat kapal untuk memasang fasilitas paling canggih ke lambung berikutnya, sementara sub insinyur perlu memikirkan bagaimana menempatkan komponen-komponen itu di tempat yang tepat. Semua ini mungkin memerlukan perubahan desain lambung yang melibatkan dimensi, layar, kemudi, jumlah lubang lentur dan faktor lainnya," paparnya.

Menurut laporan tersebut, perkembangan kapal selam itu muncul setelah China mengancam akan menyerang kapan saja terhadap pasukan AS di Taiwan di tengah kekhawatiran serangan itu akan memicu perang global.

Xi Jinping telah berjanji menyatukan kembali Taiwan dengan China, sementara Beijing merespons keras bocoran laporan bahwa pasukan khusus AS telah melatih militer Taiwan secara diam-diam sejak tahun lalu.

Baca juga: Hendak Jual Rahasia Kapal Selam ke Asing, Insinyur Nuklir AS Ditangkap FBI

China dan Taiwan berselisih karena dikhawatirkan raksasa Komunis itu akan mencoba merebut kembali pulau itu, yang memicu kekhawatiran Perang Dunia Ketiga bisa pecah.

Taiwan menegaskan pihaknya adalah negara merdeka setelah memisahkan diri dari daratab China pada tahun 1949.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Kerap Cekcok, PM Spanyol...
Kerap Cekcok, PM Spanyol Sanchez dan Trump Bakal Hadiri Final Piala Dunia
Rekomendasi
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Berita Terkini
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved