Sabet Nobel Perdamaian, Kremlin Sebut Muratov Jurnalis Pemberani
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka adalah perwakilan dari semua jurnalis yang membela cita-cita ini di dunia di mana demokrasi dan kebebasan pers menghadapi kondisi yang semakin buruk,” katanya.
Didirikan bersama oleh mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1993, Novaya Gazeta adalah salah satu dari sedikit media independen yang saat ini aktif di Rusia.
Di bawah Putin, Kremlin secara rutin bergerak untuk membungkam pelaporan kritis dengan menutup banyak organisasi media. Ini sangat bergantung pada outlet media pemerintah untuk mendorong propaganda pro-Putin ke publik.
“Novaya Gazeta adalah surat kabar paling independen di Rusia saat ini, dengan sikap kritis yang fundamental terhadap kekuasaan,” kata Reiss-Andersen.
“Jurnalisme berbasis fakta dan integritas profesional surat kabar telah menjadikannya sumber informasi penting tentang aspek-aspek yang dapat dicela dari masyarakat Rusia yang jarang disebutkan oleh media lain,” tuturnya, mengutip karyanya tentang militer Rusia dan dugaan korupsi, kekerasan polisi, dan kecurangan pemilu.
Sejak tahun 2000, enam jurnalis dan kontributor Novaya Gazeta telah dibunuh.
Baca juga: Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah Sabet Nobel Sastra
Didirikan bersama oleh mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1993, Novaya Gazeta adalah salah satu dari sedikit media independen yang saat ini aktif di Rusia.
Di bawah Putin, Kremlin secara rutin bergerak untuk membungkam pelaporan kritis dengan menutup banyak organisasi media. Ini sangat bergantung pada outlet media pemerintah untuk mendorong propaganda pro-Putin ke publik.
“Novaya Gazeta adalah surat kabar paling independen di Rusia saat ini, dengan sikap kritis yang fundamental terhadap kekuasaan,” kata Reiss-Andersen.
“Jurnalisme berbasis fakta dan integritas profesional surat kabar telah menjadikannya sumber informasi penting tentang aspek-aspek yang dapat dicela dari masyarakat Rusia yang jarang disebutkan oleh media lain,” tuturnya, mengutip karyanya tentang militer Rusia dan dugaan korupsi, kekerasan polisi, dan kecurangan pemilu.
Sejak tahun 2000, enam jurnalis dan kontributor Novaya Gazeta telah dibunuh.
Baca juga: Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah Sabet Nobel Sastra
Lihat Juga :