Eks Pegawai: Beroperasi dalam Bayangan, Facebook Harus Diawasi
Rabu, 06 Oktober 2021 - 04:32 WIB
loading...
Whistleblower Facebook Frances Haugen memberikan keterangan di depan Senat AS. Foto/WSJ
A
A
A
WASHINGTON - Mantan karyawan Facebook ,Frances Haugen, muncul di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS) untuk memberikan kesaksian terkait raksasa media sosial itu. Kemunculan Haugen disambut bak pahlawan oleh media dan senator AS yang ingin memotong pengaruh raksasa Mark Zuckerberg .
Dalam kesaksiannya, Haugen menuduh CEO Facebook Mark Zuckerberg menempatkan keuntungan di atas keselamatan. Ia pun menutut regulator menyelidiki tuduhannya bahwa perusahaan media sosial itu merugikan anak-anak dan memicu perpecahan.
Selama dengar pendapat dengan subkomite Senat Perdagangan, pelapor Haugen menyerukan transparansi tentang bagaimana Facebook membujuk penggunanya untuk berlama-lama di situs tersebut, memberi mereka banyak kesempatan untuk beriklan.
"Selama Facebook beroperasi dalam bayang-bayang, menyembunyikan penelitiannya dari pengawasan publik, itu tidak bertanggung jawab," tegas Haugen, mantan karyawan perusahaan hampir USD1 triliun yang berubah menjadi whistleblower dengan puluhan ribu dokumen rahasia.
"Kepemimpinan perusahaan tahu bagaimana membuat Facebook dan Instagram lebih aman, tetapi tidak akan membuat perubahan yang diperlukan karena mereka telah menempatkan keuntungan astronomis mereka di atas orang-orang. Tindakan kongres diperlukan," cetus Haugen seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/10/2021).
Baca juga: Mantan Pegawai Sebut Facebook Ancaman Paling Mendesak bagi Amerika Serikat
Haugen mengungkapkan bahwa dialah yang memberikan dokumen yang digunakan dalam investigasi Wall Street Journal dan sidang Senat tentang bahaya Instagram terhadap gadis remaja. Dia membandingkan situs media sosial dengan zat adiktif seperti tembakau dan opioid.
Dalam kesaksiannya, Haugen menuduh CEO Facebook Mark Zuckerberg menempatkan keuntungan di atas keselamatan. Ia pun menutut regulator menyelidiki tuduhannya bahwa perusahaan media sosial itu merugikan anak-anak dan memicu perpecahan.
Selama dengar pendapat dengan subkomite Senat Perdagangan, pelapor Haugen menyerukan transparansi tentang bagaimana Facebook membujuk penggunanya untuk berlama-lama di situs tersebut, memberi mereka banyak kesempatan untuk beriklan.
"Selama Facebook beroperasi dalam bayang-bayang, menyembunyikan penelitiannya dari pengawasan publik, itu tidak bertanggung jawab," tegas Haugen, mantan karyawan perusahaan hampir USD1 triliun yang berubah menjadi whistleblower dengan puluhan ribu dokumen rahasia.
"Kepemimpinan perusahaan tahu bagaimana membuat Facebook dan Instagram lebih aman, tetapi tidak akan membuat perubahan yang diperlukan karena mereka telah menempatkan keuntungan astronomis mereka di atas orang-orang. Tindakan kongres diperlukan," cetus Haugen seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/10/2021).
Baca juga: Mantan Pegawai Sebut Facebook Ancaman Paling Mendesak bagi Amerika Serikat
Haugen mengungkapkan bahwa dialah yang memberikan dokumen yang digunakan dalam investigasi Wall Street Journal dan sidang Senat tentang bahaya Instagram terhadap gadis remaja. Dia membandingkan situs media sosial dengan zat adiktif seperti tembakau dan opioid.
Lihat Juga :