Kapal Perang China Bayangi Kapal Induk AS dan Inggris di LCS

Rabu, 06 Oktober 2021 - 00:40 WIB
loading...
Kapal Perang China Bayangi...
Kapal perang China dilaporkan membayangi kapal induk AS dan Inggris di Laut China Selatan (LCS). Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - China tampaknya telah mengerahkan kapal militernya untuk membayangi formasi kapal induk Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Laut China Selatan (LCS) menjelang latihan intensif enam negara. Hal itu terungkap dari analisis citra satelit pada Selasa.

Sebuah gambar yang dibagikan oleh pengamat maritim yang berbasis di Ho Chi Minh, Duan Dang, menunjukkan elemen-elemen dari kelompok kapal induk AS Carl Vinson dan Queen Elizabeth Inggris di lepas pantai barat Filipina pada 5 Oktober.

"Kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth berada di sebelah barat Selat Luzon, yang memisahkan Taiwan dan Filipina, sementara USS Carl Vinson beroperasi di utara Beting Scarborough yang disengketakan, yang diklaim oleh Manila tetapi dikelola oleh Beijing," kata Duan, penulis dari buletin South China Sea Brief, seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (6/10/2021).

Foto satelit Duan kemudian menunjukkan kapal perang tak dikenal tengah memantau kedua kelompok kapal induk itu dari kejauhan. Kapal-kapal itu kemungkinan milik Armada Laut Selatan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, yang beroperasi di Laut China Selatan.

Baca juga: Malaysia Marah Lautnya Dimasuki Kapal-kapal China

Pengamat asal Vietnam itu mencatat latihan maritim yang akan datang dalam dua minggu ke depan. Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada hari Selasa bahwa HMS Queen Elizabeth dijadwalkan untuk berlatih dengan kapal dan pesawat dari AS, Jepang, Australia, Kanada dan Selandia Baru. Kapal perang Angkatan Laut PLA diduga akan memantau seluruh latihan tersebut.

Sebelum tiba di Laut China Selatan pada hari Senin, AS dan kelompok angkatan laut sekutunya menyelesaikan latihan interoperabilitas selama dua hari di Pasifik barat, di laut timur Taiwan dan barat daya Okinawa Jepang. China tampaknya menganggap latihan itu sebagai tantangan. Beijing pun merespons dengan menerbangkan puluhan jet militer dan pembom berkemampuan nuklir di dekat barat daya Taiwan.

Gambar yang dibagikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) menunjukkan penambahan kelompok kapal induk Ronald Reagan di antara kapal-kapal dari enam negara yang ambil bagian dalam latihan akhir pekan ini, termasuk AS, Jepang, Kanada, Selandia Baru, dan Belanda. Latihan ini adalah aksi terakhir yang melibatkan HNLMS Evertsen dari Angkatan Laut Belanda, yang sedang dalam perjalanan kembali ke pelabuhan asal.

Pada hari Selasa, JMSDF mengungkapkan tonggak interoperabilitas tertentu yang dicapai pada hari Minggu ketika berbagi gambar pesawat tempur siluman F-35B Korps Marinir AS yang mendarat dan diluncurkan dari kapal induk helikopter Jepang JS Izumo - sayap pesawat tetap pertama yang beroperasi di kapal induk Jepang sejak Perang dunia II.

Baca juga: China Tolak Kunjungan Kapal Perang Jerman karena Berlayar di Laut China Selatan

Ketika kelompok kapal induk Amerika dan Inggris berlayar ke Laut China Selatan melalui perairan selatan Taiwan pada hari Senin, penerbangan militer China di Selat Bashi terus berlanjut dalam jumlah yang mengkhawatirkan, dengan 56 pesawat menyeberang ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada tengah malam.

"Menurut pendapat saya, lonjakan pesawat militer mungkin menandakan betapa Beijing telah kesal atas pertemuan baru-baru ini kelompok kapal induk AS dan Inggris di dekat Taiwan," kata Duan dalam buletinnya.

Duan mengatakan respons serupa dapat diharapkan setiap kali kapal induk AS transit di Selat Bashi, yang terletak di persimpangan antara Pasifik barat, Selat Taiwan, dan Laut China Selatan.

Baca juga: Ingatkan Intervensi Asing, China Desak Vietnam Tidak Besar-besarkan Sengketa LCS
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved