Sepak Terjang Adik Kim Jong-un yang Akan Jadi Wanita Paling Berbahaya di Dunia

Sabtu, 02 Oktober 2021 - 07:37 WIB
loading...
A A A
Tanda baru dari ini muncul minggu lalu, setelah Presiden Moon Jae-in berbicara di Majelis Umum PBB dan menyerukan diakhirinya perang di semenanjung Korea. Ini adalah permohonan perdamaian yang telah dia buat berkali-kali, dan seperti biasa, itu memicu penolakan pahit dari pejabat Korea Utara.

Namun sangat kontras, hanya sehari kemudian, Kim Yo-jong mengatakan gagasan perdamaian itu “mengagumkan”—meskipun, dengan sejumlah syarat.

"Apa yang perlu dihilangkan adalah sikap berbelit-belit, prasangka tidak logis, kebiasaan buruk, dan sikap bermusuhan yang membenarkan tindakan mereka sendiri sambil menyalahkan pelaksanaan hak membela diri kita yang adil," kata Kim Yo-jong.

"Retorika semacam itu, terutama yang sangat penting, biasanya datang dari kakaknya," tulis Lim dalam sebuah artikel untuk The Conversation.

“Episode menarik lainnya dapat menyoroti hubungan kekuasaan antara dirinya dan saudara laki-lakinya,” katanya.

“Pada Maret 2020, Kim Yo-jong mengeluarkan pernyataan resmi pertamanya, mengecam kantor kepresidenan Korea Selatan, yang disebut Blue House [Gedung Biru], yang telah meminta Korea Utara untuk menghentikan latihan tembakan langsungnya. Dia menyebut kepemimpinan [Korea Selatan] sebagai 'anak belaka' dan 'anak yang terbakar takut api'," katanya.

“Dua hari kemudian Kim Jong-un mengirim pesan belasungkawa atas merebaknya Covid-19 di Korea Selatan. Ini 'menggarisbawahi persahabatan dan kepercayaannya yang tak tergoyahkan terhadap Presiden Moon dan mengatakan bahwa dia akan terus mengirimkan harapan terbaiknya agar Presiden Moon dapat mengatasinya'," lanjut Lim.

“Pesan itu membuat pengamat Korea bingung, apakah saudara kandung itu berselisih atas hubungan Korea Utara-Korea Selatan atau apakah ini menunjukkan diplomasi ‘polisi baik-polisi jahat’.”

Pertarungan Sengit untuk Kekuasaan

Spekulasi tentang kesehatan Kim Jong-un meningkat sekali lagi baru-baru ini ketika pemimpin tersebut tampil di depan umum dengan tubuh yang jauh lebih ramping.

Sudah bertahun-tahun desas-desus penyakit terus-menerus mengikuti penampakan memar aneh di tubuhnya, serta perban yang tidak disembunyikan dengan baik.

Leonid Petroc, pakar Studi Korea di Universitas Nasional Australia, mengatakan jika sesuatu terjadi pada Kim Jong-un, “perebutan kekuasaan yang sengit tidak dapat dihindari”.

“Kepemimpinan kolektif yang terdiri dari petinggi militer dan sesepuh partai kemungkinan akan turun tangan dan menjalankan negara,” kata Petroc kepada news.com.au, Sabtu (2/10/2021).

“Kim Yo-jong mungkin terlalu kejam dan tak terduga untuk ditoleransi oleh elite Korea Utara. Mereka telah hidup dalam ketakutan cukup lama dan tidak akan membutuhkan lalim lain dengan aturan baru untuk bertahan hidup.”

"Partai dan tentara dapat beralih ke anggota keluarga yang lebih lembut—dan lebih lemah untuk memimpin, untuk memberi mereka legitimasi untuk memerintah Korea Utara," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Seret Jenderal Israel...
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Berita Terkini
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved