Diancam Dibunuh, Ratusan Warga Tarik Pernyataan Normalisasi dengan Israel

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 15:45 WIB
loading...
Diancam Dibunuh, Ratusan...
Bendera nasional Irak dan Israel. Ratusan warga Irak hadiri forum yang serukan normalisasi hubungan dengan Israel. Foto/middleeast.in-24.com
A A A
BAGHDAD - Ratusan warga Irak yang menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel telah menolak atau menarik kembali pernyataan mereka. Itu dilakukan setelah mereka jadi sasaran ancaman pembunuhan dan surat perintah penangkapan.

Beberapa dari mereka mengeklaim telah ditipu untuk hadir dalam konferensi yang menyerukan normalisasi hubungan Irak dan Israel pada pekan lalu.

Baca juga: Irak Perintahkan Tangkap 3 Orang yang Serukan Normalisasi dengan Israel

Pada Jumat pekan lalu, lebih dari 300 warga Irak dari seluruh negeri berkumpul di sebuah konferensi di Ibu Kota Kurdistan, Erbil, di mana para pembicara menyerukan perdamaian dan normalisasi hubungan dengan Israel.

Irak telah berperang dengan Israel sejak 1948, ketika negara Yahudi itu didirikan.

Konferensi itu segera memicu badai kemarahan di media-media Irak, di mana presiden dan perdana menteri setempat mengutuk acara tersebut sebagai acara ilegal dan bersumpah untuk menuntut mereka yang hadir.

Hukum Irak mengamanatkan hukuman yang ketat bagi warga dan penduduk yang mempertahankan kontak dengan orang Israel. Upaya normalisasi juga diancam dengan hukuman penjara seumur hidup.

Tiga surat perintah penangkapan dikeluarkan pengadilan setelah konferensi itu. Tiga surat ditujukan untuk pemimpin suku Wisam al-Hardan, pejabat Kementerian Kebudayaan Irak Sahar al-Ta'i—yang keduanya berbicara di konferensi—, dan untuk anggota parlemen Irak Mithal al-Alousi—seorang advokat yang sudah lama menyerukan normalisasi kedua negara.

Tidak jelas apakah ada yang ditangkap, karena al-Hardan dilaporkan berada di bawah perlindungan otoritas Kurdi dan Al-Alousi tinggal di Jerman.

Al-Ta'i belum terdengar secara terbuka sejak pernyataannya di konferensi, meskipun Kementerian Kebudayaan telah menolaknya.

Tetapi di Irak di mana otoritas kehakiman lemah, ancaman yang lebih besar bagi para peserta mungkin berasal dari milisi yang didukung Iran, yang telah mengancam akan membunuh para pendukung normalisasi yang menghadiri konferensi tersebut.

“Mereka yang mengadopsi gagasan normalisasi dalam pertemuan ini semuanya adalah target sah dari Perlawanan Islam...Kami tidak akan berhenti mengejar para pengkhianat itu di mana pun mereka berada,” kata Guardians of the Blood Brigades, milisi Irak pro-Iran.

Ulama kuat pro-Iran, Muqtada al-Sadr—seorang politisi yang memimpin milisi Brigade Perdamaian—mengancam akan mengambil alih hukum ke tangannya sendiri.

“Saya ulangi bahwa jika mereka tidak ditangkap, kami akan mengambil tindakan nasional yang ketat terhadap normalisasi dan penyesatan,” kata al-Sadr dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, yang dilansir Times of Israel, Jumat (1/10/2021).

Konferensi itu diselenggarakan oleh Center for Peace Communications, yang dipimpin oleh Joseph Braude, seorang Yahudi Amerika keturunan Irak.

Braude telah bekerja selama beberapa tahun untuk mendirikan forum-forum Arab yang menyerukan normalisasi dengan Israel.

Baca juga: 80 Wanita Kencing di Jalan, Tak Tahu Jika Direkam dan Diunggah di Situs Porno

Tetapi banyak dari peserta, termasuk pembicara utama al-Hardan, sekarang telah menarik kembali seruan untuk normalisasi hubungan kedua negara setelah memicu kemarahan.

Al-Hardan, yang memimpin milisi suku melawan kelompok teror al-Qaeda dan ISIS, juga menandatangani kolom opini di Wall Street Journal yang menyerukan normalisasi dengan Israel yang keluar pada Jumat malam yang sama.

“Lebih dari 300 rekan saya warga Irak dari Baghdad, Mosul, Al-Anbar, Babel, Salahuddin dan Diyala bergabung dengan saya Jumat di kota utara ini, di mana kami mengeluarkan permintaan publik agar Irak menjalin hubungan dengan Israel dan rakyatnya melalui Kesepakatan Abraham,” tulis al-Hardan di Wall Street Journal.

Menurut New York Times, al-Hardan sekarang membantah bahwa tulisan opini yang membawa namanya itu ditulis olehnya, dengan mengatakan bahwa penulis itu adalah Braude.

Dalam sebuah wawancara dengan outlet media Kurdi, Rudaw, al-Hardan mengatakan bahwa dia bermaksud menyerukan untuk membangun hubungan dengan diaspora Yahudi Irak, bukan dengan Israel.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved