Pria Israel Ini Tega Bunuh Ibunya Gara-gara Pindah Agama

Selasa, 28 September 2021 - 12:15 WIB
loading...
Pria Israel Ini Tega...
Para petugas polisi Israel mendatangi lokasi penguburan jenazah seorang ibu yang dibunuh anaknya setelah pindah keyakinan. Foto/Polisi Israel via Times of Israel
A A A
TEL AVIV - Seorang pria berusia 27 tahun asal Israel utara diadili pada hari Senin (27/9/2021) karena membunuh ibunya dan menyembunyikan jasadnya bulan lalu. Korban dibunuh setelah keluar dari agama Islam dan memeluk Kristen Ortodoks.

Menurut dokumen dakwaan di pengadilan, korban yang bernama Rasha Muklasha, 46, meninggalkan suaminya dan memutuskan hubungan dengan lima anaknya—termasuk tersangka, Muad Hib—pada tahun 2006.

Baca juga: Koma Lebih dari 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Tak Kunjung Bangun

Korban kemudian pindah dari kota Zarzir ke Nof HaGalil dan masuk Kristen Ortodoks.

Lama putus kontak, korban tiba-tiba menjalin kontak dengan anak-anaknya setelah kematian mantan suaminya.

Jaksa menuduh konversi agama korban yang membuat Hib sangat marah dan menjadi motif pembunuhan.

Menurut dokumen dakwaan, pembunuhan itu direncanakan, di mana Hib mengatur pertemuan dengan ibunya pada tanggal 5 Agustus 2021 di dekat Nazareth dengan maksud untuk membunuhnya dan membuang jenazahnya.

"Setelah mengambil Muklasha di mobilnya, dia mencekik mendiang dengan tali atau tangannya, sendiri atau dengan orang lain, dengan tujuan menyebabkan kematiannya," bunyi dokumen dakwaan pengadilan, seperti dikutip Times of Israel.

Saat mencari tempat untuk menyembunyikan jasad korban, Hib melihat penghalang jalan polisi di depan dan menabraknya. Menurut dokumen dakwaan, Hib berhasil melarikan diri dari tempat kejadian.

Hib kemudian melakukan perjalanan menuju Sungai Yordan.

Di sana, dia menggali lubang dan mengubur jasad korban. Dia menutupi tempat itu dengan batu dan daun kering. "Semuanya untuk mengaburkan lokasi jasad dan membuatnya lebih sulit untuk ditemukan," imbuh dokumen dakwaan.

Baca juga: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Misterius saat Dubes Korut Pidato di PBB

Polisi Israel mengatakan tersangka mencoba melarikan diri dari tempat penguburan dengan menabrak penghalang jalan kedua yang telah disiapkan sebagai bagian dari penyelidikan. Dia akhirnya ditangkap setelah pengejaran singkat di dekat Nahalal.

Dua saudara laki-laki tersangka, berusia 23 dan 20 tahun, ditangkap secara terpisah. Tidak segera jelas apakah mereka akan didakwa atau tidak.

Jenazah korban ditemukan di dekat Sungai Yordan di Israel utara sekitar 26 jam setelah pembunuhan.

Jasadnya ditemukan setelah pencarian intensif oleh pasukan polisi, yang melibatkan pengerahan helikopter, anjing pelacak, dan kavaleri.

"Kerja cepat para penyelidik dalam menemukan tersangka, dan kecurigaan kasus pembunuhan, menyebabkan peluncuran semua pasukan Distrik Utara untuk operasi cepat dan ekstensif untuk menemukan jasad korban," kata Kepala Distrik Utara Shimon Lavi saat itu.

"Kasus tersebut membuktikan komitmen penuh polisi untuk menyelesaikan kejahatan di komunitas Arab, menggunakan segala cara yang kami miliki," ujarnya.

Polisi Israel sebelumnya telah dituduh mengabaikan masyarakat Arab Israel, karena kekerasan dan kejahatan terus meningkat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
KPK Panggil Kepala Satpol...
KPK Panggil Kepala Satpol PP Cilacap terkait Kasus Pemerasan Bupati Syamsul Aulia Rachman
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved