Ingin Buktikan Musuhi Teroris, Taliban Eksekusi Pemimpin Tertinggi ISIS-K

Selasa, 28 September 2021 - 11:17 WIB
loading...
Ingin Buktikan Musuhi...
Pemimpin tertinggi ISIS-K, Abu Omar Khorasani, dieksekusi mati oleh Taliban di sebuah penjara di Afghanistan. Foto/ATFP via The Mirror
A A A
KABUL - Taliban , penguasa baru Afghanistan , mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengeksekusi pemimpin tertinggi ISIS Khorasan atau ISIS-K, Abu Omar Khorasani.

Eksekusi itu sebagai pesan pencitraan bahwa penguasa Afghanistan saat ini memusuhi kelompok teroris.

Baca juga: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Misterius saat Dubes Korut Pidato di PBB

ISIS-K adalah kelompok teroris yang berada di balik serangan bom bunuh diri di gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, pada Agustus 2021 lalu. Ratusan orang, termasuk 13 tentara AS, tewas dalam serangan tersebut.

Menurut Taliban, Abu Omar Khorasani dieksekusi mati di sebuah penjara di Afghanistan pada pertengahan Agustus 2021 atau saat kelompok itu merebut Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

Ketika Taliban berkuasa, para anggotanya mengambil alih penjara Pul-i-Charkhi tempat Khorasani ditahan.

Beberapa laporan mengeklaim dia telah dibebaskan dari penjara bersama ribuan narapidana lainnya.

Tetapi Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Khorasani telah ditembak mati bersama delapan orang lainnya.

Kemudian, selama akhir pekan ini, Taliban mengonfirmasi bahwa Khorasani telah terbunuh. Konfirmasi itu disiarkan stasiun televisi Lebanon, al-Mayadeen.

Baca juga: Koma Lebih dari 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Tak Kunjung Bangun

Khorasani berada dalam hukuman mati pada saat Taliban mengambil alih kekuasaan. Setelah ditangkap oleh pasukan AS dan pasukan Afghanistan pada Mei 2020, Khorasasi dilaporkan telah dijatuhi hukuman 800 tahun penjara dan dijatuhi hukuman mati.

WSJ telah mewawancarai Khorasani dua hari sebelum dia tewas, dan pada saat itu dia yakin dia akan dibebaskan oleh Taliban.

"Mereka akan membebaskan saya jika mereka adalah Muslim yang baik," katanya pada saat itu.

Khorasani dilaporkan diambil dari sel penjaranya dan ditembak. Eksekusinya merupakan pesan bahwa Taliban tidak akan bekerja dengan teroris ISIS.

ISIS-K pertama kali dibentuk pada tahun 2015, mengambil alih wilayah yang sebelumnya diduduki oleh al-Qaeda.

Khorasani mengambil alih kepemimpinan kelompok itu setelah pemimpin sebelumnya, Abdul Haseeb Logari, terbunuh pada April 2017. Kelompok itu kemudian membual telah merebut gua Osama bin Laden di pegunungan Tora Bora.

Kelompok ISIS-K sejak itu melancarkan sejumlah serangan terhadap Taliban serta pasukan NATO dan Afghanistan.

Tahun lalu, orang-orang bersenjata ISIS-K menyerbu sebuah rumah sakit bersalin yang menewaskan 16 orang tak bersalah termasuk bayi yang baru lahir.

Dr Rakib Ehsan, peneliti di Henry Jackson Society, mengatakan kepada The Sun Online bahwa ISIS-K memandang Taliban sebagai kelompok "terlalu moderat".

"ISIS-K percaya bahwa Taliban adalah gerakan reformis yang mengkhianati Islam dan mereka menukik (mantan anggota) yang kecewa dengan pandangan ini," katanya, yang dilansir Selasa (28/9/2021).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved