Inilah Jet Tempur Siluman Nirawak Tandem F-35 AS dalam Pertempuran

Selasa, 28 September 2021 - 08:06 WIB
loading...
Inilah Jet Tempur Siluman...
Desain Model 401 dan Model 437, jet tempur siluman nirawak untuk menemani jet tempur siluman berawak seperti F-35 AS dalam pertempuran nyata. Foto/Northrop Grumman Corporation
A A A
CALIFORNIA - Northrop Grumman Corporation di Amerika Serikat (AS) meluncurkan jet tempur siluman nirawak untuk menemani jet tempur siluman berawak seperti F-35 ke dalam pertempuran nyata.

Diluncurkan awal bulan ini di fasilitas Northrop Grumman di Palmdale, California, jet siluman Model 437 dengan jangkauan 3.000 mil merupakan kolaborasi antara Northrop Grumman dan perancang pesawat Scaled Composites di Mojave, California.

Baca juga: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Misterius saat Dubes Korut Pidato di PBB

Para eksekutif mengatakan kendaraan udara tak berawak (UAV) akan digunakan untuk dua program teknologi pesawat otonom—Skyborg Angkatan Udara AS dan Project Mosquito dari Inggris.

Skyborg akan menjadi pesawat tempur tak berawak dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menemani jet tempur siluman berawak ke dalam pertempuran.

Kontraktor bersaing untuk mendapatkan pesanan pengiriman senilai USD400 juta untuk prototipe.

Project Mosquito adalah program wingman setia Inggris yang bertujuan untuk menerbangkan pesawat tempur bersama jet tempur F-35, pesawat tempur multiperan Typhoon, dan penggantinya di masa depan, Tempest.

Meskipun belum ada prototipe skala penuh untuk Model 437, para eksekutif yakin bahwa platform tersebut akan menjadi bagian dari keluarga sistem pesawat tak berawak generasi berikutnya.

“Ini adalah solusi untuk berbagi platform pesawat berbiaya rendah dan dapat diatribusikan," kata presiden Scaled Composites, Cory Bird, seperti dikutip dari National Defense Magazine, Selasa (28/9/2021).

Para pejabat Angkatan Udara AS mengatakan platform yang dapat diatribusikan—yang berarti sistem berbiaya rendah dan dapat dibuang—akan membawa berbagai kemampuan ke medan perang, berfungsi sebagai sensor, jammers, atau pun penembak.

Bird memperkirakan biaya per unit pesawat Model 437 masa depan bisa mencapai USD5 juta hingga USD6 juta, tergantung pada volume pesanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Gempa M7,8 Guncang Filipina,...
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Berita Terkini
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved