Turki Ingin AS Angkat Kaki dari Irak dan Suriah

Senin, 27 September 2021 - 22:15 WIB
loading...
Turki Ingin AS Angkat...
Erdogan secara khusus menyebut Suriah dan Irak sebagai dua negara di mana Washington harus mengakhiri kehadiran militernya dalam pandangannya. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki ingin Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya dari negara lain di kawasan, langkah serupa yang dilakukan AS saat menarik diri dari Afghanistan. Hal itu diutarakan oleh Presiden Turki, Tayyip Erdogan.

Berbicara saat melakukan wawancara dengan CBS News, Erdogan secara khusus menyebut Suriah dan Irak sebagai dua negara di mana Washington harus mengakhiri kehadiran militernya dalam pandangannya. Dia menyarankan bahwa langkah seperti itu akan mempromosikan perdamaian di wilayah tersebut.

“Tentu saja, jika saya punya pilihan, saya ingin mereka keluar dari Suriah dan Irak. Sama seperti cara mereka mundur dari Afghanistan,” ucap Erdogan dalam wawancara tersebut. Baca juga: Perang Suriah Satu Dekade Tak Kunjung Berakhir, 350.209 Orang Terbunuh

“Karena jika kita akan melayani perdamaian di seluruh dunia, tidak ada artinya lagi tinggal di bagian dunia itu. Kita bisa meninggalkan orang-orang itu, membiarkan administrasi itu mengambil keputusan sendiri,” sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (27/9/2021).

Ketika ditanya, apakah Erdogan pernah mengangkat masalah kemungkinan penarikan dari Suriah dengan Presiden AS, Joe Biden. Presiden Turki itu mengatakan dia tidak pernah bertanya kepada Biden tentang hal ini ketika mereka bertemu.

Erdogan kemudian menuturkan bahwa dia dan Biden, dalam pertemuan terakhir di Brussels, membicarakan masalah Afghanistan dan hubungan bilateral kedua negara. Baca juga: Abaikan Ancaman AS, Erdogan Ingin Beli Banyak S-400 Rusia

Seperti diketahui, pasukan Amerika masih dikerahkan di Irak, meskipun beberapa upaya untuk menarik mereka keluar sejak dimulainya serangan AS terhadap negara itu. Irak menjadi perang terpanjang kedua AS setelah Afghanistan.

Di Suriah, AS tidak pernah menerima mandat Dewan Keamanan PBB atau undangan dari Damaskus untuk mengirim pasukannya ke negara itu. Pemerintah Suriah menyebut kehadiran pasukan Amerika di tanahnya dan keterlibatannya dalam ekstraksi dan ekspor sumber daya alamnya ilegal.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
V+Short Hadirkan Microdrama...
V+Short Hadirkan Microdrama Full Throttle Family, Kisah Mantan Pembalap yang Kembali ke Dunia Lama
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved