Rusia Kesal AS Tinggalkan Senjata di Afghanistan
Minggu, 26 September 2021 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rusia dan Taliban Bahas Kemungkinan Kunjungan Delegasi Pemerintah Kabul Ke Moskow
Selama sambutannya, Lavrov juga membahas prospek pemulihan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang juga dikenal sebagai perjanjian nuklir dengan Iran - sebuah kesepakatan yang dikeluarkan secara sepihak oleh mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018.
Lavrov mencatat bahwa AS telah mengatakan selama negosiasi JCPOA bahwa mereka tidak siap untuk memberikan jaminan tertulis bahwa pemerintahan masa depan tidak akan meninggalkan kesepakatan.
Namun, dia mengatakan bahwa ada harapan dan optimisme agar JCPOA dipulihkan, karena itu adalah sesuatu yang diinginkan oleh Iran dan AS.
"Iran tidak melakukan apa pun yang dilarang," kata Lavrov ketika mengomentari komitmen nuklir Teheran.
"Ini sesuai dengan perjanjian non-proliferasi dan sesuai dengan protokol tambahan untuk perjanjian pengamanan," imbuhnya.
Selama sambutannya, Lavrov juga membahas prospek pemulihan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang juga dikenal sebagai perjanjian nuklir dengan Iran - sebuah kesepakatan yang dikeluarkan secara sepihak oleh mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018.
Lavrov mencatat bahwa AS telah mengatakan selama negosiasi JCPOA bahwa mereka tidak siap untuk memberikan jaminan tertulis bahwa pemerintahan masa depan tidak akan meninggalkan kesepakatan.
Namun, dia mengatakan bahwa ada harapan dan optimisme agar JCPOA dipulihkan, karena itu adalah sesuatu yang diinginkan oleh Iran dan AS.
"Iran tidak melakukan apa pun yang dilarang," kata Lavrov ketika mengomentari komitmen nuklir Teheran.
"Ini sesuai dengan perjanjian non-proliferasi dan sesuai dengan protokol tambahan untuk perjanjian pengamanan," imbuhnya.
Lihat Juga :