Rusia Kesal AS Tinggalkan Senjata di Afghanistan

loading...
Rusia Kesal AS Tinggalkan Senjata di Afghanistan
Anggota kelompok Taliban berdiri di atas mobil Humvee buatan AS. Foto/India.com
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengkritik penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan yang dinilainya tergesa-gesa. Ia mengatakan penarikan itu dilakukan tanpa menganalisis akibatnya dan menyebabkan sejumlah besar peralatan militer tertinggal di negara itu.

"Tampaknya, kita semua perlu memastikan bahwa senjata ini tidak digunakan untuk tujuan non-konstruktif," kata Lavrov dalam konferensi pers sebelum pidatonya di sesi ke-76 Majelis Umum PBB seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Taliban Kini Miliki Peralatan Militer AS Senilai Rp270 Triliun

Lavrov mengatakan bahwa Rusia tidak mengetahui adanya pembicaraan apapun sehubungan dengan pengakuan internasional terhadap Taliban, mencatat bahwa Moskow tidak menerima permintaan dari kelompok militan untuk izin menunjuk duta besar bagi negara tersebut.



Lavrov juga mencatat bahwa pemerintah sementara yang dibentuk oleh Taliban di Afghanistan tidak secara tepat mewakili seluruh lapisan masyarakat Afghanistan dalam hal aspek pengakuan etnis dan politik.

Dia juga mengatakan bahwa Rusia akan mendukung "tekad" Taliban untuk memerangi ISIS dan entitas teroris lainnya.

Baca juga: Rusia dan Taliban Bahas Kemungkinan Kunjungan Delegasi Pemerintah Kabul Ke Moskow

Selama sambutannya, Lavrov juga membahas prospek pemulihan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang juga dikenal sebagai perjanjian nuklir dengan Iran - sebuah kesepakatan yang dikeluarkan secara sepihak oleh mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018.

Lavrov mencatat bahwa AS telah mengatakan selama negosiasi JCPOA bahwa mereka tidak siap untuk memberikan jaminan tertulis bahwa pemerintahan masa depan tidak akan meninggalkan kesepakatan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top