Prancis Cabut Indonesia dari Daftar Redlist COVID-19
Sabtu, 25 September 2021 - 13:47 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto/Kemlu RI
A
A
A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah negara disela-sela Sidang Umum PBB . Dalam setiap pertemuan tersebut, Retno mengungkapkan bahwa situasi COVID-19 di Indonesia terus membaik.
"Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan redlist, saya minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut. Satu contoh, Prancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist," ungkap Retno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/9/2021).
Menurut Retno, membaiknya kondisi di Indonesia tidak terlepas dari upaya pemerintah , baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan-aturan yang lainnya terkait dengan protokol kesehatan.
Baca juga: Ahli: COVID-19 Akan Jadi Flu Biasa Tahun Depan
"Intinya adalah dua: percepatan vaksinasi dan terus menjalankan protokol kesehatan," katanya.
Retno juga kembali menyinggung soal ketimpangan, diskriminasi dan politisasi vaksin.
"Kita sepakat untuk mempersempit ketimpangan vaksin dan menghentikan diskriminasi serta politisasi vaksin," tegasnya.
"Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan redlist, saya minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut. Satu contoh, Prancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist," ungkap Retno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/9/2021).
Menurut Retno, membaiknya kondisi di Indonesia tidak terlepas dari upaya pemerintah , baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan-aturan yang lainnya terkait dengan protokol kesehatan.
Baca juga: Ahli: COVID-19 Akan Jadi Flu Biasa Tahun Depan
"Intinya adalah dua: percepatan vaksinasi dan terus menjalankan protokol kesehatan," katanya.
Retno juga kembali menyinggung soal ketimpangan, diskriminasi dan politisasi vaksin.
"Kita sepakat untuk mempersempit ketimpangan vaksin dan menghentikan diskriminasi serta politisasi vaksin," tegasnya.
Lihat Juga :