Dianggap Lambat Tangani Sindrom Havana, CIA Pecat Kepala Kantor di Wina
Jum'at, 24 September 2021 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Viral! Wanita Robek-robek Iklan LGBTQ dan Pergaulan Bebas di Kereta New York
“Ada lebih banyak kasus sindrom ini di Wina daripada di kota mana pun selain Havana,” ungkap laporan Post.
CIA menolak mengomentari laporan tersebut ketika dihubungi Washington Post.
Surat kabar itu mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan memecat perwira tinggi di Wina akan mengirim pesan bahwa para pemimpin harus menganggap serius sindrom Havana.
Awal pekan ini terungkap, seorang petugas CIA yang melakukan perjalanan ke India bulan ini dengan Direktur CIA William J Burns telah melaporkan gejala sindrom tersebut.
Pada Agustus, penerbangan Wakil Presiden Kamala Harris dari Singapura ke Hanoi, Vietnam, sempat tertunda setelah seorang pejabat Amerika Serikat melaporkan gejala tersebut.
Studi ilmiah tentang mereka yang terkena dampak di Kuba, yang diterbitkan pada 2018, menemukan bahwa para diplomat telah mengalami bentuk cedera otak.
“Ada lebih banyak kasus sindrom ini di Wina daripada di kota mana pun selain Havana,” ungkap laporan Post.
CIA menolak mengomentari laporan tersebut ketika dihubungi Washington Post.
Surat kabar itu mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan memecat perwira tinggi di Wina akan mengirim pesan bahwa para pemimpin harus menganggap serius sindrom Havana.
Awal pekan ini terungkap, seorang petugas CIA yang melakukan perjalanan ke India bulan ini dengan Direktur CIA William J Burns telah melaporkan gejala sindrom tersebut.
Pada Agustus, penerbangan Wakil Presiden Kamala Harris dari Singapura ke Hanoi, Vietnam, sempat tertunda setelah seorang pejabat Amerika Serikat melaporkan gejala tersebut.
Studi ilmiah tentang mereka yang terkena dampak di Kuba, yang diterbitkan pada 2018, menemukan bahwa para diplomat telah mengalami bentuk cedera otak.
Lihat Juga :