Menlu Suriah: Turki Harus Mundur dari Suriah, Akhiri Pendudukan Wilayah
Kamis, 23 September 2021 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Perlu dicatat bahwa Turki telah mempertahankan kehadirannya di Suriah selama beberapa waktu, dengan posisi kombatan sebagian besar statis selama lebih dari setahun setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoggan dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan gencatan senjata antara pasukan Turki dan Suriah.
Baru-baru ini, Putin mengomentari jejak pasukan asing yang terus berlanjut di Suriah sebagai "masalah utama" dalam perkembangan yang sedang berlangsung, menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi pasukan tersebut untuk menarik diri dari wilayah tersebut.
Baca juga: Putin dan Assad Bertemu, Kritik Campur Tangan Asing di Suriah
Secara kebetulan, pernyataan itu juga datang ketika Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyatakan bahwa kehadiran pasukan Amerika yang terus berlanjut di Suriah timur akan berarti pemisahan de facto dari negara yang dilanda perang itu. Pasukan AS telah dikerahkan ke negara itu sejak akhir 2015.
Idlib tetap menjadi benteng besar terakhir militan Suriah, yang mengintensifkan serangan mereka terhadap posisi pasukan pemerintah dalam beberapa minggu terakhir.
Baru-baru ini, Putin mengomentari jejak pasukan asing yang terus berlanjut di Suriah sebagai "masalah utama" dalam perkembangan yang sedang berlangsung, menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi pasukan tersebut untuk menarik diri dari wilayah tersebut.
Baca juga: Putin dan Assad Bertemu, Kritik Campur Tangan Asing di Suriah
Secara kebetulan, pernyataan itu juga datang ketika Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyatakan bahwa kehadiran pasukan Amerika yang terus berlanjut di Suriah timur akan berarti pemisahan de facto dari negara yang dilanda perang itu. Pasukan AS telah dikerahkan ke negara itu sejak akhir 2015.
Idlib tetap menjadi benteng besar terakhir militan Suriah, yang mengintensifkan serangan mereka terhadap posisi pasukan pemerintah dalam beberapa minggu terakhir.
(ian)
Lihat Juga :