China atau Aliansi AUKUS? Pakar: Indonesia Harus Pertimbangkan Ancaman Lebih Besar
Selasa, 21 September 2021 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
"Ada risiko signifikan bahwa pengumuman AUKUS akan menambah ketidakstabilan di kawasan ini," kata Kassam.
“Australia bertaruh bahwa peningkatan kemampuan dan pencegahan akan mengamankan tatanan regional yang menguntungkan kepentingannya, tetapi tidak dapat mengabaikan kemungkinan perlombaan senjata atau mengasingkan mitra di kawasan ini.”
Di bandara Sydney saat akan terbang ke Washington pada hari Senin, Morrison mengatakan dia sedang mencari cara untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil. Dia lawatan ke Washington untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden. Dia juga akan menghadiri pertemuan tatap muka pertama dengan para pemimpin aliansi keamanan Quad, yang juga mencakup Jepang dan India, dan bertemu dengan para pemimpin Komisi Eropa dan Dewan Eropa.
Sementara Morrison telah menghabiskan sebagian besar beberapa hari terakhir berusaha untuk menenangkan Prancis, duta besar Australia untuk ASEAN merilis pernyataan panjang yang mengatakan dukungan negara itu untuk sentralitas Asia Tenggara tetap teguh seperti sebelumnya."Pakta baru akan memungkinkan kita untuk berbagi teknologi dan kemampuan yang lebih baik," bunyi pernyataan tersebut.
Indonesia adalah negara pertama di kawasan yang mengkritik pembentukan aliansi AUKUS, dengan mengatakan pihaknya sangat prihatin atas berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan di kawasan Indo-Pasifik.
Morrison, saat tiba di New York, mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk meyakinkannya, terutama tentang masalah non-proliferasi dan menjelaskan lebih lanjut pengaturan seputar AUKUS.
“Australia bertaruh bahwa peningkatan kemampuan dan pencegahan akan mengamankan tatanan regional yang menguntungkan kepentingannya, tetapi tidak dapat mengabaikan kemungkinan perlombaan senjata atau mengasingkan mitra di kawasan ini.”
Di bandara Sydney saat akan terbang ke Washington pada hari Senin, Morrison mengatakan dia sedang mencari cara untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil. Dia lawatan ke Washington untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden. Dia juga akan menghadiri pertemuan tatap muka pertama dengan para pemimpin aliansi keamanan Quad, yang juga mencakup Jepang dan India, dan bertemu dengan para pemimpin Komisi Eropa dan Dewan Eropa.
Sementara Morrison telah menghabiskan sebagian besar beberapa hari terakhir berusaha untuk menenangkan Prancis, duta besar Australia untuk ASEAN merilis pernyataan panjang yang mengatakan dukungan negara itu untuk sentralitas Asia Tenggara tetap teguh seperti sebelumnya."Pakta baru akan memungkinkan kita untuk berbagi teknologi dan kemampuan yang lebih baik," bunyi pernyataan tersebut.
Indonesia adalah negara pertama di kawasan yang mengkritik pembentukan aliansi AUKUS, dengan mengatakan pihaknya sangat prihatin atas berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan di kawasan Indo-Pasifik.
Morrison, saat tiba di New York, mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk meyakinkannya, terutama tentang masalah non-proliferasi dan menjelaskan lebih lanjut pengaturan seputar AUKUS.
(min)
Lihat Juga :