Rudalnya Bunuh 10 Orang Tak Bersalah di Kabul, Mengapa AS Tak Dihukum?

Sabtu, 18 September 2021 - 08:39 WIB
loading...
A A A
McKenzie memandu para wartawan untuk mengetahui keputusan AS dalam meluncurkan serangan itu dengan mengutip lebih dari 60 informasi intelijen tentang serangan yang akan segera dilakukan oleh ISIS-K.

ISIS-K adalah kelompok teroris yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri 26 Agustus di bandara Kabul yang menewaskan 13 tentara AS dan 170 warga sipil Afghanistan.

Menjelang serangan rudal, setengah lusin drone AS memantau Kabul. Beberapa laporan intelijen menyebutkan Toyota Corolla putih digunakan sebagai bom mobil.

Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan pada 1 September lalu bahwa semua prosedur yang tepat telah diikuti. Dia saat itu menyebutnya sebagai "serangan yang benar" dan mengulangi klaim awal CENTCOM bahwa "ledakan sekunder" membuktikan bahwa kendaraan yang ditargetkan AS sarat dengan muatan bahan peledak.

Penyelidikan New York Times yang diterbitkan pada 10 September, bagaimanapun, tidak menemukan jejak ledakan sekunder di halaman rumah yang ditargetkan. Toyota putih itu milik Zemari Ahmadi, yang bukan teroris ISIS-K tetapi seorang karyawan Nutrition & Education International (NEI), sebuah badan amal yang didanai AS. Dia baru saja mengajukan visa untuk beremigrasi ke AS bersama keluarganya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved