Prancis Marah Besar Ditelikung AS dalam Proyek Kapal Selam Nuklir Australia

Kamis, 16 September 2021 - 10:11 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Terungkap, Dua Leluhur Biden Pernah Pelihara Budak pada Abad 19

Ini telah menjadi salah satu kesepakatan pertahanan paling menguntungkan di dunia, tetapi telah dilanda masalah dan penundaan karena persyaratan Australia bahwa sebagian besar manufaktur dan komponen bersumber secara lokal.

Menteri luar negeri dan pertahanan Prancis juga mengatakan keputusan Australia untuk mengingkari kontrak dengan Prancis itu bertentangan dengan semangat kerja sama antara kedua negara.

Prancis menambahkan langkah ini hanya memperkuat kebutuhan Eropa untuk mencapai otonomi strategis.

“Tidak ada cara lain yang kredibel untuk mempertahankan kepentingan dan nilai-nilai kami di seluruh dunia, termasuk di kawasan Indo-Pasifik,” tutur mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Viral Beruang Nyangkut...
Viral Beruang Nyangkut di Atas Tiang Listrik Picu Upaya Penyelamatan Dramatis
AS Bakal Rampas Aset...
AS Bakal Rampas Aset Iran untuk Bayar Kerugian Perang di Selar Hormuz dan Timur Tengah
Rekomendasi
Pemprov DKI Targetkan...
Pemprov DKI Targetkan Metode Open Dumping di TPST Bantargebang Berakhir 2029
Indonesia Didorong Kuasai...
Indonesia Didorong Kuasai Teknologi dan Inovasi Perkuat Industrialisasi Hijau
Pramono Yakin Obligasi...
Pramono Yakin Obligasi Daerah Tak Akan Bebani Gubernur Selanjutnya
Berita Terkini
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved